Herman Deru Optimistis Sumsel Capai Target Daerah Lumbung Pangan Nasional

    Gonti Hadi Wibowo - 05 Agustus 2021 20:15 WIB
    Herman Deru Optimistis Sumsel Capai Target Daerah Lumbung Pangan Nasional
    Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan panen raya di lahan Penangkaran Benih Padi di Desa Sako, Kabupaten Banyuasin, Kamis, 5 Agustus 2021. Foto: Dokumentasi



    Banyuasin: Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) terus menggenjot peningkatan hasil produksi pangan dari sektor pertanian padi, di lahan sawah irigasi teknis maupun sawah, rawah atau lebak. Hal ini dilakukan agar Sumsel tetap mempertahankan labelnya sebagai daerah surplus pangan sekaligus menjadi daerah lumbung pangan nasional.

    "Dengan penerapan teknologi pertanian modern ditopang dengan ketersediaan pupuk, alsintan, dan bibit unggul serta produktivitas petani yang mumpuni bisa membuat Sumsel sebagai daerah surplus pangan sekaligus lumbung pangan nasional," kata Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan panen raya di lahan Penangkaran Benih Padi Kelompok Usaha bersama Agribisnis (KUBA) Maju Bersama di Desa Sako, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Kamis, 5 Agustus 2021.

     



    Deru menegaskan, hasil panen penangkaran benih di  Banyuasin bukan saja diperuntukkan untuk disebar di wilayah sekitar. Melainkan juga akan disebar ke 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

    Baca: Masyarakat Diajak Kembali Garap Sektor Pertanian di Tengah Pandemi

    Sebagai kelompok tani yang telah menjadi produsen benih bersertifikat, pihaknya mengharapkan agar penangkaran Benih Padi KUBA Maju Bersama di Desa Sako dapat menjadi contoh bagi daerah atau kelompok tani lainnya. Dia mengharapkan benih yang telah dihasilkan dapat segera dipasarkan melalui E-Katalog benih.

    "Artinya kita tidak ingin sembarangan meng E-Katalog benih ini karena terbuka di pasar global. Oleh karena itu benih ini harus konsisten makanya perlu juga peran dari semua pihak seperti Dinas Pertanian di tingkat Provinsi dan Kabupaten dan Kota serta para PPL dilapangan,” jelasnya.

    Deru juga mengajak semua stakeholders urusan pertanian untuk menyamakan persepsi dalam upaya peningkatan produksi pangan. Sehingga Sumsel sebagai daerah penyangga pangan nasional terwujud dengan maksimal.

    "Saya sudah beberapa kali melakukan panen di Banyuasin ini. Karena saya fokus dengan peningkatan produksi pangan Sumsel. Apalagi Banyuasin masuk empat besar sebagai daerah penghasil beras nasional. Makanya saya berikan reward berupa perbaikan infrastruktur jalan dan Alsintan,” katanya.

    Sementara itu, Bupati Banyuasin, Askolani mengucapkan terima kasih pada Gubernur Sumsel atas dukungannya terhadap kemajuan sektor pertanian Banyuasin. "Kita ucapkan terima kepada Gubernur Sumsel yang terus memberikan perhatiannya terhadap sektor pertanian di Banyausin," ucapnya.

    Menurutnya, penangkar benih ini menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan pembibitan benih padi unggul. "Panen hari ini di lahan seluas 20 hektare yang setiap hektarenya mampu menghasilkan gabah 7,3 ton per hektare. Kalau ini dimaksimalkan tentu Banyuasin dapat menjadi nomor satu di Indonesia. jadi tidak ada pilihan lagi maka harus kita maksimalkan,” tegasnya.

    Askolani optimistis Banyuasin ke depan akan mampu menjadi produsen benih padi unggul yang dapat memenuhi kebutuhan benih bagi petani di wilayah Sumsel.

    Sementara itu, Tukio perwakilan dari Kuba Maju Bersama juga menyampaikan ucapan terima kasihnya pada Gubernur Sumsel yang sudah berkenan melakukan panen raya. "Alhamdulilah hari kita panen raya calon benih bersertifikat dengan luas lahan 20 hektare. Setelah panen ini kita langsung proses sertifikasi," katanya.

    Di samping itu, 20 hektare lahan yang akan dipanen ada juga panen benih penangkar wadaya dengan luas 90 hektare. "Kelompok Kuba Maju Bersama dan Tunas Baru sudah ada sejak 1996, bahkan kita pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden RI yaitu Adikarya Pangan Nusantara di Istana Presiden,” terangnya.

    Dalam panen kali ini, Herman Deru juga menyerahkan sejumlah bantuan Alsintan berupa traktor roda empat 10 unit, traktor roda dua 54 unit, Cultivator 12 unit dan pompa air 29 unit. 

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id