Satu Orang Ditetapkan Tersangka Klithih

    Ahmad Mustaqim - 14 Januari 2020 15:04 WIB
    Satu Orang Ditetapkan Tersangka <i>Klithih</i>
    Tersangka kasus klithih di Bantul, APS, 18. Foto: Medcom.id/A Mustaqim
    Bantul: Sebanyak 12 pelaku kriminal jalanan atau klithih ditangkap petugas Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari 12 pelaku yang ditangkap, satu orang ditetapkan tersangka yakni Arya Pandu Sejatu (APS), 18. 

    "Terduga pelaku kami tangkap pada 10 Januari 2020. Mereka kami tangkap setelah proses penyelidikan dan analisa CCTV di dekat lokasi kejadian," kata Kapolres Bantul, Ajun Komisaris Besar Wachyu Tri Budi Sulistyono di Mapolres Bantul, 14 Januari 2020. 

    Wachyu mengatakan APS ditetapkan tersangka karena menendang korban, Fatur Nizar Rakadio, saat berkendara sepeda motor di Jalan Imogiri-Siluk Kebunagung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Akibat tendangan APS, Fatur mengalami luka serius hingga meninggal. 

    "Korban yang mengendarai motor R15 ditendang pelaku sehingga terjatuh dari sepeda motor yang mengakibatkan korban mengalami patah tulang leher, retak tulang punggung, dan pergeseran tulang ekor. Korban dibawa ke RS Nur Hidayah, tidak sanggup, dibawa ke RS Bethesda, lalu dirujuk ke Sardjito. Korban meninggal setelah 27 hari mendapat perawatan," ujarnya. 

    Dia menerangkan tersangka lebih dulu melempar plastik berisi cat ke korban sebelum menendang. Tersangka tidak memilih calon korban. 

    "(Melempar) cat ini sifatnya iseng. Setelah itu baru mereka mengejar korban hingga kemudian menendang dan jatuh," ujar Wachyu. 

    Pihaknya masih memeriksa 11 pelaku lainnya yang masih berstatus pelajar. Wachyu memastikan tersangka bakal bertambah, tergantung hasil penyelidikan dan penyidikan.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tujuh unit sepeda motor, satu plastik bungkus cat warna kuning, dan satu bungkus bekas cat warna biru. 

    "Untuk tersangka kami jerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya orang lain dan diancam penjara maksimal 7 tahun," ungkapnya. 

    Ibu korban almarhum Fatur, Bidiastuti sempat menangis saat melihat tersangka di Mapolres Bantul. Dia meminta tersangka dihukum berat. 

    "Saya minta tersangka dihukum seberat-beratnya," kata dia.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id