Sumsel Dilanda Kemarau Panjang Hingga Akhir November

    Gonti Hadi Wibowo - 08 November 2019 18:26 WIB
    Sumsel Dilanda Kemarau Panjang Hingga Akhir November
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Palembang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim penghujan akan memasuki wilayah Sumatera Selatan melanda pada akhir November 2019 mendatang. Sebelumnya BMKG sempat memprediksi bahwa musim penghujan akan melanda Sumsel pada awal Oktober.

    Kepala kantor BMKG stasiun Kenten Palembang, Nuga Putratijo, mengatakan mundurnya musim penghujan di Sumsel ini diakibatkan adanya fenomena tiga siklon tropis di Laut Andaman, Filipina, dan Laut Cina Selatan yang membuat kondisi kemarau di Sumsel terasa sangat kering.

    Siklon tropis di daerah perairan pengaruh angin monsun dari wilayah Asia dan monsun dari Australia mempengaruhi kondisi kemarau yang semakin panjang sehingga terik matahari akan lebih terasa panas di bulan November ini. 

    "Memasuki November ini seharusnya monsun Asia yang membawa lebih banyak uap air sudah masuk ke wilayah Sumsel. Tetapi, monsum Australia yang bersifat lebih kering yang ada di Sumsel sehingga hujan baru akan terjadi menjelang akhir November mendatang,” kata Nuga, Jumat, 8 November 2019.

    Sementara Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, beberapa Kabupaten masih menjadi penyumbang asap yang bergerak terbawa angin ke Kota Palembang. Hingga siang ini melalui data satelit lapan, setidaknya ada sekitar 394 titik api di Sumsel. 

    Rata-rata wilayah yang terbakar berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mana menurut Ansori memiliki ke dalaman gambut dalam yang sulit dijangkau oleh satgas. 

    "Kita terus berupaya, tidak sedikit pun berhenti untuk memadamkan api. Kondisi lahan yang kering, lalu sumber air kurang serta tiupan angin yang kencang menjadi penyebab kembali terjadi fire spot," kata Ansori.

    Selain tim dari satgas darat yang sudah mulai melakukan pemadaman, tim udara melalui enam helikopter water bombing juga sudah memadamkan beberapa wilayah yang kembali muncul titik api. 

    Helikopter tersebut difokuskan di wilayah OKI untuk melakukan pemadaman melalui udara. Sedangkan pesawat Teknonologi modifikasi cuaca (TMC) juga sudah standby bila diperlukan.

    "Sejauh ini water bombing ada enam yang disebar, dua helikopter ke OKI, dua ke Kayuagung, dan dua ke Ulak Kapal," pungkas Ansori.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id