Tiga Bos First Travel Dipindah ke Lapas

    Octavianus Dwi Sutrisno - 19 November 2019 21:00 WIB
    Tiga Bos First Travel Dipindah ke Lapas
    Terdakwa kasus dugaan penipuan biro perjalanan umrah First Travel Andika Surachman (dua kiri), Anniesa Hasibuan (kanan), dan Kiki Hasibuan (tengah). (Foto: MI/Bary Fathahillah)
    Depok: Tiga terpidana kasus First Travel yaitu Andika Surachman, Annisa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki telah dipindahkan dari Rumah Tahanan Kelas 2 B Cilodong Kota Depok. Ketiganya dipindah ke lapas yang berbeda. 

    "Untuk terpidana Annisa dan Kiki Hasibuan, kurang lebih tiga bulan lalu sudah kami pindahkan ke Lapas Kelas 2 A Sukamiskin Kota Bandung, beberapa bulan kebelakang," ucap Kepala Rutan Kelas 2 B Cilodong Depok, Bawono Ika saat dikonfirmasi Selasa, 24 November 2019.

    Terpidana Andika Surahman dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, beberapa pekan lalu. Bawono mengatakan proses pemindahan ketiganya sesuai prosedur yang ditetapkan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia (HAM).

    "Iya kan sudah menjadi narapidana juga, dengan hukuman pidana yang tinggi juga. Sedangkan, kita skalanya Rumah Tahanan (Rutan). Sehingga kita pindahkan," bebernya.

    Dia menuturkan kapasitas Rutan Cilodong sudah tidak memadai. Idealnya narapidana yang telah berstatus terpidana dibina langsung oleh lembaga pemasyarakatan.

    "Kalau di sini terus, akan makin penuh. Kita juga kesulitan untuk memindahkan narapidana lain karena di lapas mana pun sudah penuh. Tapi kalau enggak dipindah, di sini juga kepenuhan," tegasnya.

    Bawono menyatakan pihaknya telah melaksanakan penahanan dan pemindahan sesuai prosedur. Tidak ada unsur lain yang mendasari pemindahan tersebut.

    "Jadi tidak ada unsur lain, ini seluruhnya sesuai prosedur," tandasnya.

    Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun kepada Direktur Utama First Travel Andika Surachman.Sedangkan Istri Andika, Anniesa Hasibuan, dijatuhi hukuman penjara 18 tahun. Keduanya juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 10 miliar. Sementara Direktur Keuangan sekaligus Komisaris First Travel Siti Nuraida Hasibuan dijatuhi hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

    Pengadilan Negeri Depok juga memutuskan untuk menyita ratusan aset First Travel. Total ada 820 aset First Travel, dari jumlah tersebut 465 aset dirampas negara, 287 aset dikembalikan majelis hakim kepada saksi, dan 68 dikembalikan ke Jaksa Penuntut Umum.

    22 aset bernilai besar yang disita negara yakni:
    1. Tanah seluas 10 ribu meter persegi di Obel-obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, atas nama Ahmad Yani
    2. Tanah seluas 9.460 meter persegi di Obel-obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, atas nama Lilik Setianingsih Soetjipto
    3. Tanah seluas 13.270 meter persegi di Obel-obel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, atas nama Azhar
    4. Tanah seluas 100 meter persegi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, atas nama EstiAgustin
    5. Apartemen Puri ParkView, Jakarta Barat, atas nama EstiAgustin
    6. Apartemen East 8, Jakarta Selatan
    7. Sertifikat Hak Guna Banguna rumah di Vasa Kebagusan, Jakarta Selatan
    8. Uang tunai Rp1.339.383.000 (Rp1,3 miliar)
    9. Buku tabungan di 35 rekening senilai Rp6.468.644.350 (Rp6,4 miliar)
    10. Polis asuransi dengan total Rp839.963.919 (Rp839 juta)
    11. 53 cincin/berlian/emas senilai Rp374.615.000 (Rp374 juta)
    12. Mobil Daihatsu Sirion
    13. Mobil Honda HRV
    14. Mobil Ford Ranger Double Cabin
    15. Mobil Honda City
    16. Mobil Nissan X-trail
    17. Mobil ToyotaHiace
    18. Akta perusahaan Anniesa Hasibuan Fashion tahun 2015 dengan nilai saham Rp5 miliar
    19. Interculture Tourindo tahun 2013 dengan nilai saham Rp500 juta
    20. First Anugerah Karya Wisata tahun 2011 dengan nilai saham sebesar Rp1 miliar
    21. Anugerah Nusantara Mandiri Prima tahun 2014 dengan nilai saham sebesar Rp5 miliar.
    22. Sejumlah Kacamata Mewah dan Tas branded.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id