Limbah Pabrik Tahu Mencemari Laut Ternate

    Antara - 27 Agustus 2019 12:46 WIB
    Limbah Pabrik Tahu Mencemari Laut Ternate
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Ternate: Sejumlah warga dan mahasiswa mendatangi Kantor DPRD dan Dinas Lingkungan hidup kota Ternate, Maluku Utara. Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluhan pembuangan limbah pabrik tahu di Kelurahan Jambula.

    "Limbah dari pabrik tersebut berdampak pada ekosistem laut serta menyebabkan penyakit kulit," kata Koordinator Lapangan Forum Pelajar Jambura Adrian Ishak di DPRD Kota Ternate, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Adrian menjelaskan warga Jambula sudah menyampaikan bukti kepada anggota DPRD Kota Ternate terkait dengan pembuangan limbah pabrik tahu ke laut. Limbah tersebut juga menimbulkan bau busuk di sekitar area pembuangan dan membuat para nelayan menderita gatal-gatal.

    Adrian kembali mengatakan jika dinas sudah dua kali menyampaikan surat peringatan kepada pemilik pabrik namun tidak mendapat respon.

    "Kami telah sampaikan keluhan ini ke Lurah Jambula dan Lurah Jambula mengatakan dia sudah menyurati pabrik tahu tiga kali agar membuat instalasi pengolahan air limbah (Ipal), tapi tidak ada respons juga dari pemilik pabrik," beber Adrian.

    Sementara itu Sekretaris Komisi I DPRD Kota Ternate Junaidi Bahrudin mengatakan telah meminta Dinas Lingkungan Hidup segera melakukan tindakan setelah surat peringatannya tidak direspons oleh pemilik pabrik tahu dan merekomendasikan penghentian operasi pabrik kalau pemilik tidak menghiraukan peringatan hingga tiga kali.

    "DPRD akan mengundang pemilik tahu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan perwakilan warga Jambula untuk membahas masalah pembuangan limbah tersebut," beber Adrian.

    Junaidi menambahkan bahwa kegiatan usaha wajib memiliki dokumen analisis mengenai dampak lingkungan hidup (Amdal) menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta peraturan turunannya.

    "Kalau pabrik tahu yang ada di Jambula hanya mengurus UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) Melalui DLH, dan izin mereka sementara sedang diproses," pungkas Junaidi. (Syahrum Latupono)



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id