Ratusan Warga Lembata Mengungsi Terdampak Banjir Lahar Hujan

    Antara - 06 April 2021 12:13 WIB
    Ratusan Warga Lembata Mengungsi Terdampak Banjir Lahar Hujan
    Warga mengevakuasi korban akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT. (Foto: ANTARA/Pion Ratuloli)



    Kupang: Sekitar 900 warga dari dua kecamatan yang terdampak bencana alam lahar hujan dari puncak Gunung Ile Wolotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengungsi ke Lewoleba dan sejumlah lokasi yang aman dari bencana.

    "Data sementara ada 900 lebih warga yang mengungsi karena menjadi korban dalam bencana alam di Lembata," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informarmatika Kabupaten Lembata, Nasrun Neboq, Selasa, 6 April 2021.






    Ia mengatakan, warga yang mengungsi berasal dari beberapa desa di Kecamatan Ile Ape, daerah paling parah terdampak bencana alam akibat Siklon Seroja pada Sabtu-Minggu, 3-4 April 2021.

    Baca juga: Rachmat Gobel Koordinasi dengan Uskup Larantuka Bantu Korban Bencana NTT

    Menurut Nasrun, para pengungsi saat ini ditampung di sejumlah titik pengungsian di Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, dan beberapa tempat pengungsian Kecamatan Ile Ape.

    Dia mengatakan, pemerintah Kabupaten Lembata telah membuka dapur umum untuk kepentingan para pengungsi.

    "Pemerintah melalui dinas teknis seperti BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Lembata telah membangun dapur umum untuk kepentingan para pengungsi yang terdampak bencana alam," tegas Nasrun.

    Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional BNPB memperlihatkan warga yang mengungsi tersebar di lima kabupaten di wilayah Provinsi NTT. Yakni, Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958, Rote Ndao 672 (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK), dan Flores Timur 256.
     
    Bencana tersebut juga menyebabkan kerugian secara materiel. Sebanyak 2.233 rumah dan 99 fasilitas umum (fasum) terdampak. Ia memerinci 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR). Lalu, sebanyak 14 unit fasum RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak.
     
    Sementara itu, 128 orang meninggal akibat bencana alam berupa banjir dan tanah longsor tersebut. Detailnya, Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12. Sedangkan total korban hilang mencapai 72 orang, dengan rincian Kabupaten Alor 28 orang, Flores Timur 23, dan Lembata 21.
     
    Cuaca ekstrem dampak Siklon Tropis Seroja masih berpotensi terjadi di kawasan NTT dalam beberapa hari ke depan. Siklon tropis ini berdampak di delapan wilayah administrasi kabupaten dan kota, antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, dan Alor.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id