comscore

Atasi Krisis Air, Kementerian PUPR Targetkan Bangun 61 Bendungan Hingga 2024

Daviq Umar Al Faruq - 20 Juni 2022 16:16 WIB
Atasi Krisis Air, Kementerian PUPR Targetkan Bangun 61 Bendungan Hingga 2024
ilustrasi krisis air bersih. Foto: MI
Malang: Sekretaris Jenderal (Sekjen) PUPR, Mohammad Zainal Fatah, mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kini tengah membangun sejumlah bendungan.  Upaya ini untuk menanggulangi krisis air yang akan terjadi di Indonesia.

Sebab, hujan yang terjadi di Indonesia dapat menghasilkan 2,73 triliun meter kubik air per tahun. Namun, air yang tertampung dan layak pakai hanya 50 meter kubik air per tahun. 
Angka ini tertinggal dari Amerika Utara yang mampu menampung cadangan air 6.000 meter kubik air per tahun. Lalu, Australia mampu menyimpan air 4.700 meter kubik air per tahun.

“Pembuatan bendungan ini akan menjadi solusi pemerintah untuk menjaga ketersediaan air bersih di Indonesia," kata Zainal saat acara Stadium General di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin, 20 Juni 2022.

Saat ini, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan 20 bendungan. Rencananya, Kementerian PUPR akan membangun 61 bendungan hingga 2024.

Baca: Presiden Cek Bendungan Sindangheula Banten

"Selain itu, untuk menjaga ketersediaan pangan, pemerintah juga telah menetapkan daerah produksi pangan. Daerah ini bertujuan untuk menyokong kebutuhan pangan daerah maupun nasional,” jelas pria asal Pamekasan tersebut.

Zainal menerangkan dunia internasional sedang menghadapi tantangan perubahan iklim, beberapa di antaranya adalah krisis air bersih dan krisis pangan. Untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah mulai melakukan mitigasi.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR kini mulai membangun beberapa infrastruktur untuk mengatur kecukupan pangan dan air di Indonesia. Menurutnya, kebutuhan air global terus meningkat sebanyak 55 persen sampai 2050 mendatang. 

Banyak faktor yang mempengaruhi peningkatan kebutuhan air tersebut. Seperti perubahan sistem pertanian, tata kelola kota, dan juga gaya hidup. 

“Meskipun kebutuhan air meningkat, ketersediaan air bersih semakin menipis. Banyak sungai dan danau yang sudah tercemari. Secara keseluruhan Indonesia masih pada tahap aman yang dilambangkan dengan warna hijau. Namun, untuk beberapa daerah seperti pulau Jawa dan Sulawesi sudah menjadi daerah berwarna kuning. Inilah yang perlu kita waspadai kedepannya,” jelasnya. 

Zainal menegaskanpembangunan infrastruktur di Indonesia memiliki empat peran utama. Pertama, sebagai lintas sejarah peradaban di masa yang akan datang. Kedua, sebagai peningkat daya saing dengan negara lain. 

Ketiga, sebagai pemerataan keadilan sosial di Indonesia. Terakhir, untuk memudahkan akses antar daerah dan mempererat persatuan bangsa.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id