comscore

Tren Kasus Kejahatan di Kota Tangerang Turun di 2021

Hendrik Simorangkir - 31 Desember 2021 16:36 WIB
Tren Kasus Kejahatan di Kota Tangerang Turun di 2021
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima. (Foto: Medcom.id/Hendrik S)
Tangerang: Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan tren kasus kejahatan pada 2021 di wilayah hukumnya menurun bila dibandingkan dengan 2020. Hal itu dilihat dari laporan polisi terkait kasus pembunuhan berjumlah tiga dan terdapat empat perkara yang sudah terselesaikan pada 2020. 

"Pada tahun ini (2021), hanya ada dua laporan polisi soal pembunuhan dan empat kasus sudah terselesaikan. Kejahatan menurun dari tahun sebelumnya, dengan penyelesaian kasus lebih dari 90 persen," ujarnya, Jumat, 31 Desember 2021.
Deonijiu menambahkan terkait kasus penganiayaan dengan pemberatan pada 2020, terdapat 40 laporan polisi serta 58 penyelesaian kasus, dan pada 2021 ada 41 laporan dan 39 di antaranya berhasil diselesaikan. Sementara, pada kasus pencurian dan pemberatan, pada 2020 ada 106 laporan kepolisian dengan 120 kasus sudah terselesaikan. 

"Pada 2021 ada 107 laporan kepolisian dan 100 kasusnya yang terselesaikan sehingga laporannya tambah satu saja," urai dia.

Baca juga: Eks Sipir Lapas Narkotika Terduga Pelaku Kekerasan Naik Jabatan

Selain itu, Deonijiu menuturkan untuk kasus pencurian kendaraan roda dua pun mengalami penurunan. Penurunan dilihat dari berkurangnya laporan yang diterima, di mana pada 2020 ada 83 laporan polisi serta ada 158 kasus sudah terselesaikan, dan 2021 terdapat 77 laporan kehilangan motor dan hanya 76 kasus terselesaikan. 

"Sedangkan untuk kasus pemerkosaan di Kota Tangerang dari 2020 ke 2021 juga mengalami penurunan laporan. Ada tiga laporan polisi kasus pemerkosaan pada 2020, dan 2021 hanya ada satu laporan polisi terkait kasus itu," jelasnya.

Namun, menurut Deonijiu ada satu kasus yang meningkat pada 2021, yakni kenakalan remaja salah satunya tawuran yang menggunakan senjata tajam meningkat pada 2021. Pasalnya, kata Deonijiu, pihaknya alami kesulitan mencegahnya kasus itu lantaran remaja tersebut beraksi bergerak sistem kucing-kucingan dengan petugas kepolisian.

"Remaja tersebut mendapatkan senjata tajam itu dengan cara memesan secara online. Kenakalan remaja main kucing-kucingan saat kita pulang patroli pada jam rawan pukul 03.00 WIB," ucap dia.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id