comscore

Rumah Rusak Terdampak Gempa Pandeglang jadi 1.909 Unit

Antara - 16 Januari 2022 13:56 WIB
Rumah Rusak Terdampak Gempa Pandeglang jadi 1.909 Unit
Rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,6 yang terjadi Jumat (14/2) di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten kembali meningkat dari sebelumnya 1.904 kini menjadi 1.909 unit. (ANTARA/HO)
Pandeglang: Rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 6,6 yang terjadi pada Jumat, 14 Januari 2022, di Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali bertambah dari sebelumnya 1.904 kini menjadi 1.909 unit.

"Meningkatnya jumlah rumah rusak itu sebanyak lima unit," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro, di Pandeglang, Minggu, 16 Januari 2022.

 



BPBD Pandeglang terus melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa tektonik tersebut.

Pendataan rumah tersebut harus benar-benar akurat dan valid, sehingga mereka tepat sasaran untuk menerima bantuan itu.

Baca juga: Gempa Pandeglang Berdampak pada 29 Kecamatan

Sebab, kata dia, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Provinsi Banten, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) akan memberikan bantuan kerusakan rumah hingga pembangunan hunian tetap ( huntap).

"Karena itu, BPBD setempat terus melakukan pendataan melibatkan aparatur kecamatan, desa dan relawan," ujar dia.

Berdasarkan data yang diterima BPBD Pandeglang pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 1.909 rumah mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan 1.148 unit, rusak sedang 424 unit dan rusak berat 337 unit.

Selain itu juga kerusakan gedung sekolah sebanyak 36 unit, puskesmas 14 unit, masjid 10 unit, kantor desa tiga unit.

"Kami meyakini data kerusakan rumah itu dipastikan bertambah dan belum semua dilaporkannya," ungkap Girgi.

Baca juga: Harga Tinggi, Pedagang Kelimpungan Jual Ayam Potong

Menurut dia, bencana gempa bumi yang berpusat di Perairan Sumur Kabupaten Pandeglang cukup besar dan kuat hingga getarannya dirasakan ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Bogor, Bandung hingga Lampung.

Namun, pihaknya hingga kini belum menerima laporan korban jiwa, namun beberapa warga yang mengalami luka-luka akibat tertimpa bangunan rumah.

Dengan demikian, pihaknya tetap minta masyarakat waspada bencana alam guna mengurangi risiko kebencanaan.

"Kami tetap mengutamakan pelayanan kebutuhan dasar agar warga korban gempa merasakan kenyamanan dan perlindungan juga tidak mengalami kerawanan pangan," jelasnya.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id