Pasien Positif Korona Meninggal di Sulsel Jemaah Umrah

    Muhammad Syawaluddin - 20 Maret 2020 01:56 WIB
    Pasien Positif Korona Meninggal di Sulsel Jemaah Umrah
    Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, saat diwawancarai, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 19 Maret 2020. Istimewa
    Makassar: Dua warga Sulawesi Selatan yang dinyatakan positif virus korona salah satunya memiliki riwayat berpergian ke luar negeri. Korban yang meninggal diketahui jemaah umrah yang baru tiba dari Arab Saudi.

    Satu kasus positif korona yang meninggal dunia sebelumnya mengalami gejala sesak nafas. Korban belum lama melaksanakan ibadah umrah. Korban sakit setelah sepekan tiba di Makassar.

    "Covid-19 kasus 285 itu baru kembali dari umrah. Setelah itu merasakan demam dan sesak," kata, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 19 Maret 2020.

    Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam Makassar. Pada 15 Maret 2020 lalu, pasien meninggal dunia. Namun, saat itu belum teridentifikasi korban terjangkit virus korona. 

    "Baru ketika almarhumah meninggal, kita ambil swab dan baru tadi kita menerima hasil almarhumah terjangkit," jelasnya. 

    Baca: 2 Positif Korona di Sulsel, 1 Meninggal

    Sementara, satu orang lainnya yang dinyatakan positif covid-19 setelah dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo dengan keluhan batuk dan demam. Dia dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan swab diumumkan Pemerintah Pusat. 

    "Dia memiliki memiliki riwayat melakukan kontak dengan covid-19," kata Nurdin Abdullah. 

    Saat ini kondisinya mulai membaik, pasien mengalami kemajuan yang signifikan. Namun, masih harus menjalani proses pengobatan untuk bisa pulih. 

    Dengan adanya kasus ini, mantan Bupati Bantaeng itu meminta masyarakat Sulsel mulai saat ini mengikuti imbauan pemerintah dengan berdiam diri di rumah. 

    "Saya mengingatkan kepada masyarakat Sulsel untuk betul-betul mengikuti arahan WHO dan bapak presiden," jelasnya. 

    Dia juga meminta masyarakat menjaga jarak atau sosial distance, mengurangi aktivitas di luar rumah. Keluar rumah dilakukan jika dalam kondisi mendesak seperti membeli kebutuhan sehari-hari ataupun ke rumah sakit. 

    "Kita harus menahan diri, supaya proses penyembuhan di Sulsel bisa cepat," jelasnya.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id