Puspensos dan Kemenristek Bangun Infrastruktur Teknologi Wujudkan Desa Berketahanan Sosial

    Gervin Nathaniel Purba - 17 September 2020 11:09 WIB
    Puspensos dan Kemenristek Bangun Infrastruktur Teknologi Wujudkan Desa Berketahanan Sosial
    Puspensos Kemensos bekerja sama dengan Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN memberikan teknologi tepat guna kepada desa untuk mendukung ketahanan desa pada masa pandemi (Foto: Dok. Renjana Pictures)
    Sukabumi: Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa. Pandemi covid-19 menyadarkan kita bahwa kemajuan teknologi wajib dikuasai untuk dapat melanjutkan aktivitas, meski di rumah saja. Sayangnya, belum semua desa mendapat dukungan infrastruktur teknologi yang memadai.

    Sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini, Pusat Penyuluhan Sosial (Puspensos) Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) memberikan teknologi tepat guna kepada desa untuk mendukung ketahanan desa pada masa pandemi.

    Kerja sama ini dalam rangka upaya Puspensos mewujudkan desa berketahanan sosial dengan penyediaan infrastruktur teknologi. Infrastruktur teknologi bermanfaat untuk membantu pembangunan ekonomi pedesaan dan pendidikan dalam rangka menyukseskan pembangunan sosial.

    Pada kerja sama ini Kemenristek/BRIN akan memberikan empat inovasi teknologi tepat guna di beberapa lokasi yang menjadi best practice desa berketahanan sosial, di antaranya Kabupaten Belu (NTT). Keempat alat yang dimaksud yakni pembangkit listrik pico hydro, pembangkit listrik solar-cell, biogass, dan teknologi WiFi long distance (WiLD).

    Puspensos dan Kemenristek Bangun Infrastruktur Teknologi Wujudkan Desa Berketahanan Sosial
    (Foto: Dok. Renjana Pictures)

    Guna menyukseskan kerja sama tersebut, dilangsungkan kegiatan Survei Kebutuhan Introduksi Teknologi untuk Mewujudkan Desa Inovasi Berketahanan Sosial. Kegiatan digelar di kantor Kepala Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, kemudian berpindah ke Coffee Sinagar, Nagrak Utara, dan pindah lagi ke Balai Riung Nagrak Utara.

    Kepala Puspensos Kemensos Hasim menjelaskan, kerja sama ini dimaksudkan untuk menggali potensi dan kesiapan desa dalam menerapkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Selain itu, peran fungsi penyuluh sosial juga akan meningkat dengan adanya teknologi tepat guna itu dalam meningkatkan kesejahteraan sosial.

    "Penyuluh sosial masyarakat akan diberikan bimbingan dari tim Kemenristek/BRIN untuk turut berkontribusi dalam implementasi penerapan teknologi tepat guna di desa," kata Hasim, di Balairung Nagrak Utara, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2020.

    Puspensos dan Kemenristek Bangun Infrastruktur Teknologi Wujudkan Desa Berketahanan Sosial
    (Foto: Dok. Renjana Pictures)

    Hasim juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan inovasi dan teknologi yang dihadirkan sesuai dengan kebutuhan dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan pengetahuan masyarakat. "Sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah di daerah tersebut," Hasim.

    Sekretaris Badiklitpensos Harapan Lumban Gaol menambahkan, "Desa yang memiliki potensi perlu dikembangkan. Apa sih yang menjadi prioritas sebagai program inovatif di kabupaten ini. Kami mengharapkan kesiapan dari semua sumber yang ada. Semakin kita mengerti potensi dan sumber, kita akan mengenal inovasi yang ada." 

    Kades Basroh Ramdansyah mengungkapkan, saat ini penduduk desa tengah mengembangkan pertanian kopi, pisang, dan singkong.

    "Jumlah penduduk di sini 600 ribu lebih. Salah satu desa terbesar dari 10 desa. Perkebunan Sinagar menjadi bagian dari sejarah. Saat ini masyarakat mencoba menanam kopi, pisang, dan singkong. Kalau sudah diolah menjadi barang jadi lebih ada harganya," kata Kades Basroh Ramdansyah.

    Puspensos dan Kemenristek Bangun Infrastruktur Teknologi Wujudkan Desa Berketahanan Sosial
    (Foto: Dok. Renjana Pictures)

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN Wihatmoko Waskitoaji selaku koordinator kegiatan kerja sama, menyatakan komitmennya untuk mewujudkan desa berketahanan sosial, yaitu melalui penyediaan infrastruktur teknologi yang dapat membantu membangun ekonomi pedesaan.

    "Kegiatan ini bertujuan mencari tahu apa saja kebutuhan masyarakat. Kami berdiskusi dengan Pak Kades. Banyak potensi dari hulu ke hilir menjadi bisnis. Ini dapat menjadi contoh untuk desa lainnya," kata Wihatmoko.

    "Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya untuk pendidikan jarak jauh dan pengembangan ekonomi pedesaan, ditambah introduksi teknologi yang sesuai dengan kelompok kegiatannya," ucap Wihatmoko, menambahkan.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id