Aceh Perketat Perbatasan saat Libur Panjang

    Antara - 22 Oktober 2020 11:20 WIB
    Aceh Perketat Perbatasan saat Libur Panjang
    Presiden Direktur Metro TV, Don Bosco Selamun (kiri) bersama Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, di kawasan Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu, 26 Februari 2020. (Foto: Medcom.id/ Deny Irwanto)
    Banda Aceh: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh mengusulkan perbatasan keluar masuk Aceh, diperketat guna mencegah lonjakan kasus positif covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020.

    "Kalaupun diberikan izin masuk ke Aceh harus memiliki surat keterangan kesehatan. Usulan itu diterima,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Aminullah menyampaikan hari libur nasional menyambut maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020. Kemudian, pada peringatan maulid juga diberikan cuti bersama mulai 28 sampai 30 Oktober 2020. Lalu berlanjut dengan libur akhir pekan yakni Sabtu-Minggu.

    Baca juga: Menhub Prediksi Kenaikan Penumpang 20% pada Libur Panjang Akhir Oktober

    “Libur panjang ini harus kita waspadai. Kita tidak ingin ada lonjakan kasus covid-19. Kita harus belajar dari pengalaman libur Idul Fitri,” ujarnya.

    Tak hanya itu, kata Aminullah, wilayah perbatasan masuk ke Kota Banda Aceh juga akan diperketat, mengingat ibu kota Provinsi Aceh menjadi tujuan para tamu dari daerah lain ketika libur panjang.

    “Pastinya perbatasan masuk kota dari semua arah kita tempatkan petugas. Razia masker dan penerapan prokes sesuai amanat Perwal 51 terus kita tingkatkan,” tegasnya.

    Selanjutnya, Aminullah juga mengingatkan seluruh camat, kepala desa, serta perangkat gampong supaya mencari konsep tepat saat perayaan maulid Nabi Muhammad SAW yang memang sudah menjadi tradisi di Aceh.

    Baca juga: DIY Akuisisi 2 Hotel untuk Kembangkan UMKM

    Forkopimda sepakat maulid Nabi Muhammad SAW 2020 tidak dirayakan dengan kegiatan yang mengumpulkan massa. Lalu, masyarakat yang hadir juga dibatasi dan harus menjalankan protokol kesehatan. Tujuannya agar tidak terjadi penyebaran covid-19.

    “Kita harus cari konsep yang tepat, apakah maulid kita gelar secara virtual. Kemudian kenduri tidak mengundang tamu dari kampung-kampung sebelah. Ini harus kita temukan konsepnya,” jelas dia.

    Mengenai keputusan konsep peringatan maulid di tengah pandemi, akan dikeluarkan dalam bentuk imbauan dan diteruskan hingga ke seluruh desa untuk jadi pedoman di lapangan.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id