Ribuan Rumah di Tegal Terendam Banjir

    Kuntoro Tayubi - 14 Januari 2021 18:51 WIB
    Ribuan Rumah di Tegal Terendam Banjir
    Ilustrasi - Medcom.id.
    Tegal: Banjir melanda tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, usai hujan deras pada Rabu malam, 13 Januari 2021. Banjir tidak hanya merendam fasilitas umum dan infrastruktur jalan, tapi juga merendam ribuan rumah penduduk di tiga kecamatan tersebut.

    Ketiga kecamtan itu yakni, Kecamatan Warureja meliputi Desa Kedungjati, Kendayakan, Sukareja, Warureja, Banjarturi, Banjaragung dan Kedungkelor. Kemudian di Kecamatan Kedungbanteng di Desa Penujah. Sedangkan di Kecamatan Jatinegara hanya di Desa Wotgalih.

    ‎Di Desa Banjaragung, banjir dengan ketinggian 50 sentimeter hingga satu meter lebih merendam 1.555 rumah di tiga pedukuhan, yakni Dukuh Dukuhturi, Dukuh Buyut, Dukuh Randu, dan Dukuh Banjaranyar.

    Banjir di wilayah Kecamatan Warureja itu akibat luapan sungai Rambut dan saluran irigasi. Air mulai menggenangi ke rumah-rumah warga dan askes jalan‎ desa sejak Rabu malam 13 Januari sekitar pukul 22.00 hingga Kamis siang, 14 Januari 2021.

    "Ada 1.555 kepala keluarga yang terdampak banjir. Namun mereka tidak ada yang mengungsi," kata Kepala Desa Banjaragung, Idar, Kamis, 14 Januari 2021.

    Baca: Pantura Tegal Banjir, Kendaraan Mengular 2 Km

    Sementara, di Desa Sukareja, banjir dengan ketinggian air 40 hingga 170 sentimeter membuat sekitar 200 warga harus mengungsi ke Masjid Baiturrohman di desa setempat.

    Menurut salah satu perangkat Desa Sukareja, Mukmin, banjir terjadi akibat sungai Rambut meluap. Luapan itu menggenangi ratusan rumah warga.

    "Setelah hujan deras sejak Rabu sore sampai tadi malam, sungai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga‎," katanya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin‎ mengaku sudah berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

    "Yang terdampak banjir seribuan kepala keluarga. PMI sudah menyalurkan bantuan 975 nasi bungkus untuk warga di wilayah Sukareja dan sekitarnya yang terdampak banjir," kata Jaenal.

    Menurut Jaenal, selain intensitas hujan yang tinggi, banjir yang terjadi disebabkan luapan sungai. Untuk itu pihaknya akan mengajukan normalisasi sungai ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah.

    "Sungai yang meluap merupakan kewenangan dari PSDA provinsi‎ sehingga kami akan upayakan ke provinsi agar segera dilakukan normalisasi sungai," ujarnya.

    Sementara itu Bupati Tegal Umi Azizah meminta warga untuk selalu waspada ketika turun hujan karena puncak musim hujan diperkirakan pada Januari hingga Februari.

    "Intensitas hujan tahun ini sesuai perkiraan sangat tingi. Ketika ada tanda-tanda hujan lebat, segeralah bersiap-siap," ujar Umi saat meninjau wilayah yang banjir.

    Terpisah, Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo mengaku sudah menyalurkan bantuan nasi siap saji sebanyak 975 bungkus. Jumlah itu akan bertambah jika ada warga yang membutuhkan lagi. Dia berujar, bencana banjir juga terjadi di Desa Wotgalih Kecamatan Jatinegara dan Desa Penujah Kecamatan Kedungbanteng. Meski ada sejumlah rumah yang terendam banjir, tapi mereka tidak mengungsi.

    "Banjirnya memang tidak dalam. Tapi banyak rumah penduduk yang terendam. Banjir itu akibat luapan Sungai Lohgeni," imbuhnya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id