Pancaroba, BMKG Imbau Masyarakat Jatim Waspada Cuaca Ekstrem

    Amaluddin - 06 April 2021 13:22 WIB
    Pancaroba, BMKG Imbau Masyarakat Jatim Waspada Cuaca Ekstrem
    ilustrasi Medcom.id



    Surabaya:  Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Juanda Surabaya Surabaya, I Wayan Mustika mengimbau, masyarakat Jawa Timur waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal ini berdasarkan pantauan BMKG, di mana saat ini Jatim telah memasuki masa pancaroba atau peralihan musim.

    "Di mana terdapat beberapa gangguan atmosfer yang menyebabkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan di Jatim akhir-akhir ini. Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem, seperti hujan es, puting beliung, hujan lebat, dan angin kencang sesaat dari awan cumulonimbus," kata Wayan, melalui siaran tertulisnya, Selasa, 6 April 2021.






    Wayan juga mengingatkan masyarakat Jatim akan aktifnya pola tekanan rendah dan siklon tropis Seroja di selatan Indonesia, yang membentuk palung tekanan rendah memanjang dari barat ke timur. Hal ini menyebabkan adanya konvergensi (zona pertemuan angin) di Jatim.

    Baca: Siklon Tropis Seroja Berada di Pulau Timor

    Dia melanjutkan, saat ini aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia yang juga berpengaruh terhadap proses dinamika atmosfer Jatim. MJO merupakan fenomena di atmosfer yang mengindikasikan pergerakan sistem konvektifitas udara skala besar.

    "Nah, ini diperkuat dengan adanya gangguan gelombang Rossby yang dapat meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem," ujarnya.

    Berdasarkan beberapa gangguan atmosfer tersebut, Wayan mengingatnya perlunya mewaspadai curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Hujan lepat tersebut berpotensi terjadi untuk sepekan ke depan di beberapa wilayah Jatim.

    Baca: Jokowi Perintahkan Proses Evakuasi Korban Bencana di Nusa Tenggara Dikebut

    Seperti Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Nganjuk, Tulungagung, Batu, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Pamekasan, Mojokerto, Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan, Tuban, Blitar, Kediri, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Gresik, Sumenep, Bangkalan, dan Sampang.

    Wayan mengimbau masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

    "Bagi masyarakat pesisir serta para pengguna transportasi laut harap waspadai adanya potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Jatim," kata Wayan.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id