19 Kali Letusan Terjadi dalam Sehari di Gunung Ili Lewotolok

    Antara - 31 Maret 2021 11:15 WIB
    19 Kali Letusan Terjadi dalam Sehari di Gunung Ili Lewotolok
    Penampakan gunung Ili Lewotolok diambil beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA/Kornelis Kaha)



    Kupang: Pos Pemantau gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan bahwa terhitung sejak Selasa, 30 Maret 2021, hingga pukul 24.00 Wita, telah terjadi 19 kali letusan dari Gunung Ili Lewotolok.

    Kepala Pos Pemantau Gunung Ili Lewotolok Stanis Ara Kian, mengatakan dari total 19 kali letusan itu tinggi letusan berkisar dari 300 hingga 400 meter.






    "Kemarin memang cukup banyak letusannya dalam sehari. Tetapi memang jumlah letusan itu fluktuatif dalam sehari," katanya, Rabu, 31 Maret 2021.

    Ia menjelaskan bahwa letusan yang terjadi di Gunung Ili Lewotolok disertai dengan dentuman dan gemuruh dengan lontaran lava pijarnya sejauh 500 meter ke arah Tenggara.

    Stanis menyebut walaupun jumlah letusannya mencapai 19 kali dalam sehari namun durasi letusannya tidak lama, yakni hanya berkisar dari 17,5 sampai 45 detik.

    Baca juga: ASN Kota Bandung Nekat Mudik Siap-siap Kena Sanksi

    "Hingga saat ini gunung tersebut masih dalam status siaga atau Level III setelah ditetapkan sejak Desember 2020," terangnya.

    Pihak Pos Pemantau merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.

    "Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak dan kawah Hunung Ili Lewotolok," imbau Stanis.

    Pihaknya mengingatkan agar potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

    "Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan," imbuh dia.

    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id