Pantura Tegal Banjir, Kendaraan Mengular 2 Km

    Kuntoro Tayubi - 14 Januari 2021 16:33 WIB
    Pantura Tegal Banjir, Kendaraan Mengular 2 Km
    Petugas Satlantas Polres Tegal saat mengatur lalu lintas di tengah bencana banjir di Jalan Pantura, Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
    Tegal: Jalur pantura di Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terendam banjir, Kamis, 14 Januari 2021. Akibatnya, kendaraan yang melintas di jalan Nasional Jakarta-Surabaya itu merayap sepanjang sekitar 2 kilometer.

    Bahkan, tidak sedikit motor roda dua yang mogok saat menerjang genangan banjir tersebut. Banjir kali ini, diakibatkan luapan Sungai Lawangrejo yang berada di perbatasan antara Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Tegal.

    "Banjir terjadi sejak pagi. Ketinggian air mulai dari 40 sampai 50 sentimeter," kata Haris, salah satu Perangkat Desa Kedungkelor, di lokasi banjir.

    Ketika terjadi banjir, kendaraan dari arah barat maupun timur, tidak ada yang berani menerjang banjir. Sehingga lalu lintas tersendat dan merayap. 
    Beruntung, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal langsung datang ke lokasi. Para anggota ini bergegas mengatur lalu lintas kendaraan agar tidak terjadi macet. 

    Pantauan di lokasi, sampai pada pukul 8.30 WIB, kendaraan yang dari arah barat ke timur, masih merayap. Sebaliknya, dari timur ke barat sudah lancar.

    "Sampai pagi ini (kemarin) tidak ada korban jiwa. Paling cuma kendaraan mogok saja. Kebanyakan motor roda dua," tutur Haris.

    baca: Sejumlah Pejabat di Sulsel Batal Divaksin Covid-19

    Suprapto, 45, salah satu pengendara mini bus mengaku terjebak banjir saat hendak menuju ke Pemalang dari Kota Tegal pada pukul 06.00 WIB. Dia terpaksa harus menunggu lama karena laju kendaraan dengan sistem contraflow. Sistem itu diberlakukan di depan Rumah Makan Luwes Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja. Sebab, di depan rumah makan tersebut, genangan banjir cukup tinggi. Ban mobil mini busnya nyaris tenggelam.

    "Macetnya sampai sekitar 3 kilometer. Saya dari Tegal sekitar jam setengah enam pagi. Sampai pertigaan Babadan (Kedungkelor) jam enam, sudah macet," tutur Suprapto, warga Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

    Karyawan swasta di Pemalang ini menuturkan, akibat banjir itu, perjalanan dari Babadan sampai Pemalang mencapai 3 jam. Padahal normalnya, hanya sekitar 10 menit.

    "Macetnya lumayan lama. Untungnya ada Pak Polisi. Jadi lalu lintas tidak semrawut," ujarnya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id