Jelang PSBB Jawa-Bali, Polda Jateng Siapkan Operasi Yustisi

    Mustholih - 07 Januari 2021 15:20 WIB
    Jelang PSBB Jawa-Bali, Polda Jateng Siapkan Operasi Yustisi
    ilustrasi Medcom.id
    Semarang: Pemerintah Pusat bersiap menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) se-Jawa-Bali. Merespons itu, Polda Jawa Tengah mengerahkan masing-masing satu kompi personel gabungan (Polri, TNI, dan Satpol PP) anggota Satuan Tugas Covid-19 di 35 kabupaten dan kota di Jateng untuk menggelar operasi yustisi.
     
    "Polda Jateng sudah membuat jadwal operasi yustisi. Ada unit kecil lengap di tingkat Polda, Polres, bahkan Polsek," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah,  Inspektur Jenderal, Ahmad Luthfi, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 7 Januari 2021.

    Luthfi menerangkan, operasi yustisi akan digelar saat PSBB resmi diberlakukan di Jawa-Bali. Nantinya, operasi yustisi akan dilakukan tiga kali dalam sehari.
     
    "Minimal tiga kali sehari, pagi, siang, dan malam. Tergantung wilayah masing-masing," jelas Luthfi.

    Baca: Malang Raya Sepakati PSBB Jawa Bali

    Menurut Luthfi, operasi yustisi dilakukan untuk memastikan masyarakat Jateng menerapkan protokol kesehatan covid-19. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
     
    "Kita akan memberi edukasi kepada masyarakat dan mendidik masyarakat untuk memutus covid-19. Di masing-masing Polres ada satu kompi Satgas Covid-19 untuk menjaga kerumunan-kerumunan, contoh di pasar, mal, dan masyarakat yang adakan kegiatan.," ungkap Luthfi.

    Sementara itu, di tempat terpisah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mendukung rencana Pemerintah menerapkan PSBB. Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji, mendukung rencana Pemerintah Jateng melakukan pembatasan jemaah di masjid hingga 50 persen dari keseluruhan okupansi yang bisa tercapai.

    "Kami setuju sekali dengan pelaksanaan PSBB. Awalnya, kita sudah merasa aman, namun meningkat lagi dan ada varian (covid-19) baru. Kami setuju dengan sanksi tegas," jelas Darodji.

    Darodji mengatakan, MUI akan menggandeng Kantor Urusan Agama se-Jateng membantu mengingatkan umat islam menerapkan protokol kesehatan covid-19.
     
    "Yang di kampung-kampung, kita akan minta Kepala KUA agar bisa berikan pendampingan. KUA kan tugasnya sekecamatan, jadi tahu ada berapa mesjid di kecamatan. Jadi lebih intensif," beber Darodji.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id