Penyelundupan Sabu dari Malaysia Digagalkan

    Mustholih - 14 November 2019 18:52 WIB
    Penyelundupan Sabu dari Malaysia Digagalkan
    Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, menggagalkan upaya penyelundupan 2 kilogram sabu dari Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Medcom.id/Mustholih
    Semarang: Bea Cukai Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, menggagalkan upaya penyelundupan dua kilogram sabu dari Kuala Lumpur, Malaysia. Barang haram itu dibawa seorang perempuan berinisial V, 18, melalui Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

    "Untuk mengelabuhi petugas, methampetamine itu disembunyikan di dalam oven," kata Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 14 Novomber 2019.

    Karja menerangkan V ditangkap petugas Bea Cukai pada  3 November 2019, pukul 09.00 WIB, di terminal kedatangan Bandara Ahmad Yani. V ditangkap petugas karena bersikap mencurigakan.

    "Kami lakukan pemeriksaan badan dan barang bawaan. Dari interogasi awal, penumpang ini mengaku hendak singgah ke Pati sebelum ke Surabaya," ujarnya.

    Petugas menemukan kristal bening seberat dua kilogram di dalam microwave saat digeledah. Butiran kristal itu positif methampetamine alias sabu.

    "Pelaku lalu kami serahkan ke BNN Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut," tegasnya.

    Kepala Badan Narkotika Nasional Jawa Tengah, Brigadir Jenderal Benny Gunawan, mengatakan V diduga kurir narkotika jaringan internasional. V telah dua kali pergi ke Malaysia.

    "Perjalanan yang kedua ini dia ditangkap karena membawa narkotika ke Indonesia," ujar Benny.

    Benny mengklaim akan menyelidiki kasus V hingga ke bandarnya. V dibayar Rp20 juta untuk membawa sabu ke Indonesia.

    Dia menilai di Jateng, Jepara, Pekalongan, Solo, dan Purwokerto merupakan daerah rawan narkotika. Dari data BNN, narkotika di Jateng 27 persen menyasar pelajar dan mahasiswa, serta 59 persen menyasar kelas pekerja. 

    "Pelajar sudah cukup tinggi. Setelah kami dalami mereka untuk menanggulangi dari stres. Mungkin karena beban belajar," tegas Benny.

    Dia meminta petugas Bea Cukai dan otoritas setempat memperketat pengawasan. Povinsi Jawa Tengah dinilai cukup strategis sebagai pasar narkotika. 

    "Kita tahu Jateng selain punya Bandara Internasional, juga punya pelabuhan dan jalan yang bagus. Ini memudahkan peredaran narkotika," jelas Benny.




    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id