Spesialis Perampok Miniswalayan di Tangerang Ditangkap

    Hendrik Simorangkir - 12 November 2019 13:25 WIB
    Spesialis Perampok Miniswalayan di Tangerang Ditangkap
    Polresta Tangerang menggelar press conference terkait penangkapan dua spesialis perampok miniswalayan. Foto: Medcom.id/Hendrik S
    Tangerang: Spesialis perampok miniswalayan asal Bangkalan Madura, Jawa Timur, M, 27 dan S, 27,  ditangkap Kepolisian Polresta Tangerang. Keduanya dibekuk lantaran beraksi di dua miniswalayan di wilayah Cikupa dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. 

    Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan dari dua tempat kejadian perkara (TKP), kedua pelaku menggasak uang tunai Rp75 juta lebih dan tidak segan melukai karyawan miniswalayan. Keduanya beraksi pada Kamis, 10 Oktober 2019 sekitar pukul 03.00 WIB di daerah Cikupa dan Sabtu, 21 Oktober 2019 sekitar pukul 08.00 WIB di wikayah Teluknaga. 

    "Modus sindikat ini sangat kejam dan sadis, mereka naik kendaraan sepeda motor berdua yang menggunakan helm dan jaket Grab, karena tersangka M ini merupakan pengemudi Grab. Mereka datang ke Alfamart dan tersangka S langsung menodongkan dengan senjata api serta mengancam karyawan tersebut, sambil memberikan perintah, jangan bergerak kalau enggak gua matiin elo," ujar Ade saat gelar perkara di Makopolresta Tangerang, Kabupaten Tangerang, Selasa, 12 November 2019.

    Ade menjelaskan kedua pelaku yang berasal dari Madura berupaya menyamarkan suara menggunakan aksen Jakarta yakni Betawi, sambil menodongkan senjata diduga senjata api. Polisi masih mencari benda diduga senjata api yang dibuang pelaku ke Sungai Cisadane.

    "Setelah ditodongkan, karyawan Alfamart ini digiring menuju gudang tempat brangkas. Jadi para pelaku ini sudah melakukan perencanaan yang matang, dengan menggambar situasi sehingga dia tahu kalau brangkas itu ada di gudang," katanya. 

    Ade menuturkan pengakuan pelaku benda yang ditodongkan ke karyawan merupakan airsoft gun. Namun polisi tidak percaya sepenuhnya keterangan pelaku, karena benda tersebut masih dicari. 

    "S ini yang menodongkan benda mirip senpi merupakan residivis yang pernah dihukum dengan kasus yang sama. Kami juga mengimbau kepada masyarakat khususnya pemilik miniswalayan dan toko waralaba lainnya untuk buat sistem keamanan yang baik," jelasnya.

    Dia menambahkan para pelaku saat beroperasi tidak segan melakukan kekerasan. Dalam aksinya di dua TKP, pelaku membawa kabur uang tunai Rp39 juta dari wilayah Cikupa, sementara di Teluknaga sebesar Rp36 juta.

    Kedua pelaku ditangkap di tempat terpisah. M ditangkap di wilayah Pinang, Kota Tangerang, sementara S diringkus di Surabaya, Jawa Timur. 

    "Kasus ini juga masih kita kembangkan dan kita masih cek beberapa TKP dengan modus yang sama, kemudian para pelaku kita jerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," tandasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id