Eka Deli Kembalikan Mobil Hasil Reward Investasi Bodong

    Amaluddin - 13 Januari 2020 15:50 WIB
    Eka Deli Kembalikan Mobil Hasil <i>Reward</i> Investasi Bodong
    ilustrasi medcom.id/ Muhammad Rizal.
    Surabaya: Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan menyebut penyanyi Eka Deli Mardiana mengembalikan satu mobil Fortuner kepada Polda Jatim. Mobil itu merupakan reward yang diberikan PT Kam and Kam selaku perusahaan yang mengelola MeMiles kepada Eka.

    "Mobil Fortunernya masih ada di Jakarta, Insya Allah nanti malam sudah ditangan anggota. Mungkin besok sudah ada di sini (Mapolda Jatim, red)," kata Luki di Mapolda Jatim, Senin, 12 Jamuari 2020.

    Hingga saat ini pemeriksaan terhadap penyanyi Eka masih berlangsung. Eka diketahui berperan sebagai koordinator merekrut artis untuk bergabung ke MeMiles. Namun Luki enggan menyampaikan secara detail peran Eka.

    "Tidak menutup kemungkinan ada public figure lain, apakah dia akan menjadi endorse langsung, atau mungkin dia sebagai anggota, atau lainnya. Ini masih kami kembangkan," jelas Luki.

    Polda Jatim telah melayangkan surat pemanggilan terhadap beberapa publik figur untuk diperiksa sebagai saksi. Ini terkait penyidikan kasus investasi ilegal yang dilakukan oleh PT Kam and Kam melalui aplikasi MeMiles. 

    "Ada sekitar empat publik figur yang akan diperiksa pada pekan ini, yakni Marcello Tahitoe atau Ello (14 Januari), Adjie Notonegoro dan Judika (22 Januari)," ungkap Luki.

    Selain empat artis itu ada juga beberapa publik figur lainnya yang akan dipanggil, di antaranya TM, ID, ZG, UGB dan MJ. Mereka diduga orang yang mendapatkan reward atau bonus dari investasi bodong tersebut. "Kita lihat nanti di penyidikan, mens realnya bagaimana, nanti akan kita ketahui. Kita tunggu saja," kata Jendral Bintang Dua itu.

    Polda Jatim telah menetapkan empat tersangka terkait investasi abal-abal tersebut. Yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member, dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

    Melalui investasi ilegal ini, para tersangka berhasil merekrut sebanyak 264.000 member. Dalam jangka waktu 8 bulan, bisnis ini mampu meraup omset sebesar Rp750 miliar. Padahal Memiles diketahui tak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

    Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti uang sekitar Rp122,3 miliar, 18 unit mobil, dua unit sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Tersangka dijerat Pasal 160 jo 24 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal 46 ayat 1 UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. 



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id