BKSDA Sumsel Banyak Temukan Jejak Harimau Sumatra Palsu

    Gonti Hadi Wibowo - 18 Desember 2019 20:59 WIB
    BKSDA Sumsel Banyak Temukan Jejak Harimau Sumatra Palsu
    Warga membandingkan tangannya dengan jejak Harimau Sumatra di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (6/12/2019). ANTARA/Rony Muharrman
    Lahat: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) banyak menemukan jejak kaki Harimau Sumatra palsu yang dibuat oleh oknum warga. Jejak kaki Harimau Sumatra palsu itu diduga sengaja dibuat untuk meresahkan masyarakat.

    Polisi Hutan dari BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Lahat, Rohmat, mengatakan jejak Harimau Sumatra palsu itu sengaja dibuat dengan membentuk cetakan di tanah sehingga seola-olah satwa tersebut telah lewat.

    "Kami banyak menemukan jejak Harimau Sumatra palsu yang dibuat dengan mengunakan kaos kaki," kata Rohmat saat dikonfirmasi, Rabu, 18 Desember 2019.

    Rohmat menjelaskan dari 14 laporan jejak Harimau Sumatra yang diterima pihaknya, dipastikan hanya ada dua  yang dipastikan jejak harimau asli yang ditemukan di kawasan Kampung IV gunung Dempo, Kota Pagar Alam dan Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat.

    "Jejak kaki yang ditemukan itu ada telapak jarinya berjumlah lima dan empat. Tetapi saat ditelusuri sepanjang dia berjalan tidak ditemukan lagi jejaknya, memangnya  Harimau Sumatra itu bisa terbang," jelas Rohmat.

    Menurut Rohmat adanya jejak palsu itu dapat membuat warga resah sehingga menimbulkan situasi yang tak kondusif.

    "Saya tak tahu apa motifnya. Tetapi sudah ada orang yang telah ditangkap polisi karena menyebarkan berita hoaks yang menyebut telah menemukan jejak Harimau Sumatra itu dan setelah dicek ternyata palsu," ungkap Rohmat.

    Sementara itu Kamaludin Polisi Hutan dari BKSDA Seksi Konservasi Wilayah II Lahat menambahkan, pihaknya kerap mendapatkan laporan mengenai jejak Harimau Sumatra. Bahkan, dalam sehari mendapatkan lima laporan dari warga. 

    "Pernah ada laporan warga Lahat yang mengaku berjumpa dengan tujuh Harimau Sumatra tetapi setelah diselidiki ternyata kerbau bukan Harimau Sumatra,” pungkas Rohmat.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id