Masyarakat Diimbau Mewaspadai Paparan Virus saat Pancaroba

    Ahmad Mustaqim - 20 November 2019 16:24 WIB
    Masyarakat Diimbau Mewaspadai Paparan Virus saat Pancaroba
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.



    Kulon Progo: Masyarakat diminta mewaspadai masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang rawan dengan virus. Virus tersebut bisa menjadi penyebab paparan penyakit.

    "Kekuatan virus (pada masa peralihan musim) berubah, ada yang lebih lemah ada yang kuat. Kondisi tubuh lemah akan mempermudah pernyakit untuk mengenai seseorang," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami dihubungi di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 20 November 2019.

     



    Sri menjelaskan cuaca masa peralihan di Yogyakarta pada umumnya terbilang ekstrem dengan suhu siang hari kisaran 38 hingga 39 derajat celcius. Kondisi ini akan mempengaruhi kesehatan karena saat ini semestinya sudah memasuki musim hujan.

    "Cuaca yang sangat ekstrem akan memengaruhi daya tahan tubuh jadi lebih lemah. Di sisi lain, pola penyakit peralihan masa sudah diprediksi," jelas Sri.

    Sejumlah penyakit akibat virus yang Utami sebut seperti infeksi saluran pernafasan atau ISPA, batuk, pilek, dan diare. Selain itu, kurangnya ketersediaan air bisa menyebabkan udara kering, bahkan kotor.

    “Bisa juga muncul beleken, gondongen. Saat ini juga (masyarakat) mulai (terpapar)  cangkrangen atau varisela (cacar air) sudah mulai banyak,” ungkapnya.

    Menurutnya, paparan varisela tersebut hampir merata. Namun, ia mengatakan penyakit tersebut bukan penyakit endemis di daerah tertentu. Varisela, katanya, penyakit umum yang diderita masyarakat secara luas.

    Utami mengutarakan pencegahan yang secara umum bisa dilakukan yakni menjaga daya tahan tubuh. Cuaca panas ekstrem harus diimbangi dengan menambah porsi konsumsi air putih. Porsi konsumsi air putih menyesuaikan dengan situasi dan mobilitas seseorang.

    "Terus menjaga keteraturan kerja dan istirahat atau sekolah dan istirahat, terutama anak-anak. Yang Germas (gerakan masyarakat sehat) itu lah pokoknya," jelas Utami.

    Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memberantas sarang nyamuk. Caranya yakni mengawasi keberadaan bak-bak penampungan air di rumah. Selain di rumah, ia menilai perlu juga memperhatikan kondisi penampungan air di tempat-tempat umu, seperti masjid dan sekolah.

    "Rumah kemungkinan sudah ditata. Yang diperhatikan tempat umum, masjid dan pasar juga. Nyamuk lebih efektif pemberantasan sarangnya," ungkap Utami.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id