Pasukan Elit PLN Mampu Perbaiki Listrik Tegangan Tinggi

    Amaluddin - 29 September 2019 13:23 WIB
    Pasukan Elit PLN Mampu Perbaiki Listrik Tegangan Tinggi
    Pasukan khusus atau PDKB saat memperbaiki listrik tegangan 500.000 Volt, di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Amaluddin)
    Surabaya: Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki pasukan khusus atau elit yang disebut Hot end man. Mereka disiagakan untuk memperbaiki jaringan listrik dalam keadaan menyala dengan tegangan ekstra tinggi.

    Ahli yang diberi nama Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) kerap berhadapan dengan gangguan teknis pada jaringan listrik tegangan ekstra tinggi. Salah satunya di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET), Paiton, Kabupaten Probolinggo. 

    "Jadi mereka bisa memperbaiki listrik dengan tegangan 500 ribu volt, dalam keadaan listrik menyala," kata Pengawas Tim PDKB, Andri Dwi Arianto, di Unit Pelayanan Teknis (UPT) PLN Probolinggo, Minggu, 29 September 2019.

    Kata Andri, PDKB ini telah dilatih menjadi pasukan khusus atau elit menangani kerusakan atau gangguan listrik. Mereka dilengkapi alat pelindung diri khusus, mengingat risiko terberat yang dihadapi adalah kematian.

    "Belum lagi jika terjadi kesalahan yang mengakibatkan peralatan terbakar," kata Andri.

    Dalam bertugas prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), lanjut Andri, tetap menjadi yang utama untuk keselamatan diri sendiri.

    "Semua sudah kami reduksi, menggunakan instruksi kerja, dengan Standart Operasional Prosedure dan mereka sudah menjalankannya," ujarnya.

    Sementara itu, Supervisor Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Paiton, Asep M Yusuf, menambahkan, salah satu bentuk perawatan pada GITET di Paiton adalah perbaikan anomali hotspot atau potensi titik panas. Perawatan ini, untuk menjaga konduktor agar tetap baik saat dilewati aliran listrik.

    "Ketika konduktor itu dilewati arus, itu akan menimbulkan panas kalau kendor. Kendor itu akan menimbulkan hotspot," kata Asep.

    Ada beberapa anomali yang membahayakan aliran listrik. Di antaranya layang-layang menyangkut di kabel listrik, ada pohon atau rumah yang lebih tinggi atau setara dengan tiang listrik, dan lainnya.

    "Jadi anomali ini berbahaya bagi PLN. Nah, ketika terjadi seperti itu, maka tugas Tim PDKB untuk mengeksekusinya," kata Asep.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id