PPKM Bikin Perekonomian di DIY Tertekan

    Ahmad Mustaqim - 03 Agustus 2021 13:26 WIB
    PPKM Bikin Perekonomian di DIY Tertekan
    Yogyakarta. Foto : MI.



    Yogyakarta: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil BI DIY) mencatat,kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat aktivitas perekonomian tertekan. Meski demikian, perekonomian DIY disebut masih kuat terhitung hingga Juli 2021.

    "Meskipun (perekonomian DIY) sedikit tertahan akibat pembatasan aktivitas. Hal ini terindikasi dari inflasi DIY pada Juli 2021 tercatat meningkat 0,11 persen (month to month/mtm)," kata Deputi Direktur Kanwil BI DIY, Miyono dalam siaran tertulis, Selasa, 3 Agustus 2021.

     



    Bila diakumulasi dari awal tahun, inflasi DIY telah mencapai 1,00 persen (year to date/ytd), tertinggi kedua di Jawa setelah Jawa Timur dengan angka 1,06 persen.

    Ia mengatakan, peningkatan inflasi Juli 2021 ini menjadi indikator yang positif. Setidaknya, ia melanjutkan, tingkat inflasi ini dapat menjadi leading indicator terhadap dua hal, yakni daya beli masyarakat DIY masih cukup kuat dan tingkat harga di level eceran juga masih stabil.

    Dari sisi daya beli, menurut dia, inflasi inti (core inflation) tercatat terus mengalami peningkatan. Bila diakumulasi, capaian inflasi inti DIY dari Januari hingga Juli 2021 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2020 lalu. 

    Bila dilihat lebih rinci, komponen pendorong inflasi inti pada 2021 juga semakin bervariasi. "Pada 2020 lalu, 18 persen inflasi inti ditopang oleh kenaikan harga emas perhiasan, yang utamanya dipengaruhi oleh faktor global," tutur Miyono.

    Sementara, emas perhiasan mengalami tren penurunan pada 2021. Kenaikan inflasi inti saat ini lebih didorong dari sisi konsumsi, tambah dia.

    Ia mengungkapkan, perbaikan inflasi inti ini masih tertahan oleh faktor ekspektasi. Berdasarkan survei Bank Indonesia dalam Survei Konsumen, sepanjang Juli 2021 Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level 77,3 atau di bawah 100. 

    Baaca: BI: Imbas PPKM, Inflasi Inti Melambat

    Hal ini mengindikasikan ekspektasi konsumen cenderung pesimis. Meski demikian, pihaknya meyakini ekspektasi ini bersifat temporer dan akan kembali meningkat ketika penyebaran covid-19 dapat segera terkendali.

    Dari sisi stabilitas harga, lanjut Miyono, kenaikan inflasi pangan bergejolak pada Juli 2021 berdampak positif terhadap produsen. Secara siklus, pada 2021 Indonesia mengalami musim kemarau basah, yang umumnya produksi tanaman pangan ataupun hortikultura akan cenderung tinggi dengan serapan yang kurang memadai. Akibatnya, terjadi penurunan harga komoditas pangan dalam tiga hingga empat bulan terakhir.

    Untuk mencegah penurunan harga yang terlalu dalam, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY berupaya meningkatkan serapan komoditas melalui kerjasama antardaerah hingga upaya menyerap langsung dari petani. 

    Hal ini penting untuk meningkatkan harga komoditas seperti aneka cabai dan bawang merah yang turun terlalu dalam agar dapat kembali ke kisaran rata-rata harga wajarnya.

    Melihat perkembangan terkini, Miyono menambahkan, BI meyakini capaian inflasi DIY masih sesuai target. Dalam empat bulan yang tersisa pada 2021 ini, tingkat inflasi DIY masih berada pada batas bawah dari sasarannya yakni 3±1 persen (year on year/yoy). Capaian sasaran ini menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan riil ekonomi Indonesia.

    Untuk mencapai sasaran tersebut, setidaknya terdapat dua hal yang menjadi prasyarat. Ia mengatakan, pertama, perlu kedisiplinan dalam menjalankan pembatasan aktivitas agar dapat segera memutus rantai sovid-19. Semakin cepat penyebaran covid-19 ini dapat dihentikan, maka semakin baik dampaknya terhadap perekonomian DIY. 

    Kedua, BI DIY mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat DIY yang bisa membantu sesama yang terpapar covid-19 dan menjaga kebutuhan konsumsi.  

    "Aksi tolong menolong warga yang sedang isolasi mandiri perlu terus diapresiasi, karena selain menjaga ketahanan aspek ekonomi juga diyakini mampu mempercepat upaya untuk memutus rantai covid-19," tutur Miyono. 

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id