Kak Seto: Mohon Tidak Menyudutkan Sekolah SPI Batu

    Daviq Umar Al Faruq - 10 Juni 2021 17:20 WIB
    Kak Seto: Mohon Tidak Menyudutkan Sekolah SPI Batu
    Seto Mulyadi/ANT/WAHYU PUTRO A.



    Batu: Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) bakal berkunjung ke SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur. Kunjungan tersebut terkait dugaan kekerasan seksual yang dilakukan JE, pemilik sekaligus pengelola sekolah swasta di Kota Batu, Jatim, terhadap belasan anak didiknya.

    "Insyaallah dalam waktu dekat saya juga akan datang ke Kota Batu untuk melihat kondisi yang ada. Terutama untuk ikut membesarkan hati anak-anak," kata Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi, saat konferensi pers secara virtual di SMA SPI, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis 10 Juni 2021.

     



    Kak Seto, sapaan akrabnya, berharap agar para siswa tidak stres dan tertekan lantaran pemberitaan terkait kasus yang melanda SMA SPI. Sebab, menurutnya pemberitaan tersebut belum saatnya dipublikasikan karena perlu ada penelusuran terlebih dahulu dari pihak berwajib.

    "Maka saya mohon kepada semua pihak untuk betul-betul menghargai proses hukum yang berlaku, menghargai aset praduga tak bersalah dan betul-betul menyerahkan hal ini kepada yang berwajib, kepada polri sebagai institusi yang berwenang untuk menyampaikan ini semua kepada masyarakat," tutur dia.

    Selain itu, Kak Seto juga meminta agar tidak ada pihak-pihak yang mencoba menekan SMA SPI. Baik dalam pernyataan maupun aksi demonstrasi.

    Baca: Komnas PA Beri Bukti Baru Kasus Kekerasan Seksual di SPI Batu

    "Mohon tidak ada satupun pihak-pihak yang mencoba untuk membombardir sekolah ini dengan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan dan sebagainya. Karena yang paling terkena akan dampaknya, yang kasihan justru anak-anak yang sedang belajar di SPI," ucap dia. 

    Tekanan yang dimaksud dapat berupa unjuk rasa atau mendatangi sekolah tersebut. Ia meminta semua pihak mempercayakan sepenuhnya kepada polri yang diyakini mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dan juga perlindungan anak. 

    "Karena semua sudah diatur undang-undang. Bila bersalah juga akan terkena sanksi pidana," tutup Kak Seto. 

    (SYN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id