Wali Kota Solo Minta Warganya yang Diteror Pinjol Lapor Polisi

    Media Indonesia.com - 26 Oktober 2021 12:37 WIB
    Wali Kota Solo Minta Warganya yang Diteror Pinjol Lapor Polisi
    Ilustrasi pinjaman online (pinjol) ilegal. Medcom.id



    Solo: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat yang diteror pelaku pinjaman online (pinjol) untuk berani melapor ke polisi. Sehingga diharapkan tidak ada lagi korban pinjol. 

    "Jangan sampai (warga Solo) tergiur pinjol," tegas putra sulung Presiden Joko Widodo itu, Selasa, 26 Oktober 2021. 

     



    Gibran sangat berharap, kasus pinjol yang menyebabkan seorang ibu rumah tangga di Wonogiri, Jateng, memilih bunuh diri tidak terjadi di Kota Solo. Dia meminta polisi bergerak cepat menuntaskan kasus pinjol, serta warga diharap melapor bila kerap diteror. 

    Baca: Bareskrim Polri Bongkar Pinjol Ilegal Berkedok KSP, 3 Pelaku Ditangkap

    Sementara itu, Polresta Surakarta sudah sepekan terakhir ini menerima 17 pelapor korban pinjol. Para korban mengaku mengalami teror dan ancaman bertubi-tubi.

    "Ada 17 warga Solo yang menjadi korban melapor melalui call center Satreskrim Polresta Surakarta," terang Kapolresta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

    Polresta Surakarta, lanjut dia, langsung melakukan penyelidikan. Dalam penyelidikan itu, kata dia, pihaknya berkoordinasi efektif dengan Ditreskrimsus Polda Jateng.

    Ade mengatakan, bentuk ancaman yang dilakukan komplotan pinjol ilegal adalah intimidasi serta menyebarkan konten bergambar pornografi dengan wajah-wajah korbannya. Korban diteror setiap hari dengan nomor ponsel yang berbeda-beda setiap hari.

    Baca: Ancam Nasabah, Tiga Pekerja Pinjol di Jatim Jadi Tersangka

    Selain itu, tokoh Kota Solo yang juga mantan Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo, mengaku siap membantu para korban pinjol ilegal. Dia meminta korban untuk tidak takut.

    "Tidak perlu takut, datang ke rumah saya kalau menerima teror, nanti saya bantu menghadapi," tegas Rudy, panggilan akrabnya.

    Ia mengatakan, banyak warga terjerat kasus pinjol ilegal, karena tergiur iming iming kemudahan pinjaman. Selain itu, warga juga terdesak kebutuhan.

    "Enggak usah dilunasi, kan tidak pakai jaminan. Jika nanti ada ancaman, datang ke saya. Pasti saya bantu mengatasi," terangnya. (WJ)

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id