comscore

BPBD Imbau Aktivitas Tambang di Lereng Merapi Disetop

Antara - 07 Desember 2021 12:38 WIB
BPBD Imbau Aktivitas Tambang di Lereng Merapi Disetop
Warga menyaksikan truk yang terjebak lahar hujan di aliran sungai Senowo kawasan lereng Gunung Merapi Dusun Trono, Krinjing, Dukun, Magelang, Jateng. (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)
Boyolali: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat menghindari aktivitas penambangan di wilayah sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi, selama musim hujan ekstrem.

"BPBD sudah mendiskusikan agar masyarakat untuk sementara menghindari aktivitas penambangan di wilayah sungai yang berhulu dari Gunung Merapi dimana pun di wilayah Boyolali," kata Kepala BPBD Kabupaten Boyolali Widodo Munir, Selasa, 7 Desember 2021.
Widodo mengungkapkan pada musim hujan, sulit dideteksi datangnya lahar dingin seperti di Kali Apu Selo Boyolali atau Kali Woro di wilayah Klaten, di Kali Boyong Sleman dan lainnya.

Masyarakat, kata dia, diminta menyadari karena puncak musim hujan terjadi sekitar Januari 2022. Artinya, saat ini sudah terjadi lahar dingin berpotensi mengalir di beberapa sungai di sekitar Gunung Merapi.

"Kami minta kesadaran masyarakat baik di lereng Gunung Merapi maupun daerah lainnya di Boyolali untuk tidak melakukan penambangan rakyat. Potensi yang berbahaya di Boyolali saat ini, adanya lahar dingin dari puncak Merapi," katanya.

Baca juga: Jumlah Pengungsi Dampak Air Pasang di Ternate Bertambah

Menurut dia, musim hujan saat ini sudah menuju ke puncak sehingga dari hari ke hari hujan semakin lebat.

"Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk menghindari kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, dan angin ribut," katanya.

Menyinggung perkembangan aktivitas Merapi, lanjut dia, BPBD Boyolali setiap minggu selalu menerima informasi perkembangan aktivitas Gunung Merapi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, kemudian diteruskan kepada camat terkait perkembangannya.

Ia mengungkapkan perkembangan status aktivitas Merapi hingga saat ini, sudah di level III atau siaga, tetapi berdasarkan pantauan dari BPPTKG potensi kerawanan bencana mengarah ke barat daya antara lain Kali Boyong (Sleman), dan sebagian Kali Woro (Klaten).

"Namun, di wilayah Boyolali dari pantauan BPPTKG rawan bencana masih relatif aman," terangnya.

Kendati demikian, pihaknya terus menyampaikan informasi dari BPPTKG termasuk kondisi iklim yang disampaikan setiap hari kepada camat agar warga masyarakat di Boyolali waspada dan berjaga-jaga. Jika turun hujan sangat lebat ada kemungkinan potensi gugur material yang menutup kawah Merapi meningkat.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id