comscore

Pemkot Usut Tarif Parkir 'Nuthuk' di Yogyakarta

Antara - 20 Januari 2022 17:48 WIB
Pemkot Usut Tarif Parkir Nuthuk di Yogyakarta
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi (ANTARA/Eka AR)
Yogyakarta: Kasus tarif parkir di luar batas kewajaran di Kota Yogyakarta yang sempat viral di media sosial membuka rentetan berbagai dugaan pelanggaran lain. Di antaranya pelanggaran protokol kesehatan, mark up anggaran, hingga penipuan.

"Sedang kami dalami semuanya. Tetapi yang pasti, kami akan menindak tegas pelanggaran yang masuk kategori nuthuk (menerapkan tarif di luar batas kewajaran), baik untuk parkir atau makanan," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis, 20 Januari 2022.
Menurut dia, bus pariwisata yang mengeluhkan parkir mahal tersebut diduga melanggar aturan protokol kesehatan dan aturan perjalanan untuk wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta.

Kota Yogyakarta sebelumnya menerapkan kebijakan one gate system yang mewajibkan seluruh bus pariwisata untuk melakukan pemeriksaan di Terminal Giwangan guna memastikan seluruh wisatawan sudah mendapat vaksinasi.

Baca juga: Parkir Rp350 Ribu di Yogyakarta, Begini Komentar Dishub

Bus yang lolos skrining dipastikan akan mendapat parkir di tempat khusus yang dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta.

"Karena bus pariwisata ini memilih parkir di luar tempat parkir resmi, kemungkinan besar mereka tidak masuk ke Terminal Giwangan untuk skrining. Ini sudah melanggar aturan perjalanan wisata ke Yogyakarta terlebih saat ini masih dilakukan PPKM. Tidak ada protokol kesehatan yang diterapkan," ujarnya.

Sedangkan dugaan pelanggaran mark up, lanjut Heroe, didasarkan pada informasi awal dari kepolisian yang menyebut jika kwitansi seperti yang tertera di media sosial bukan berasal dari juru parkir di lokasi parkir tidak resmi tersebut.

"Dari informasi awal, nominal tarif parkir sebesar Rp350.000 seperti tertulis di kwitansi memang sengaja dibuat. Tetapi, informasi ini masih didalami. Apakah dilakukan oleh kru bus atau pimpinan rombongan. Mungkin motifnya adalah mencari untung," jelas dia.

Jika diketahui muncul motif tindakan mengarah pada pidana, Heroe menegaskan akan ditindaklanjuti dengan proses hukum.

Baca juga: Viral Parkir Rp350 Ribu di Yogyakarta, Sandiaga Uno Naik Pitam

"Bisa disangkakan pada pasal penipuan karena melakukan mark up. Bisa juga disangkakan pemerasan jika dilakukan oleh juru parkir. Semua ada delik pidananya," ucap Heroe.

Meskipun keluhan mengenai tarif parkir mahal kembali muncul, Heroe optimistis tidak akan memengaruhi minat wisatawan berwisata ke Yogyakarta.

“Jika wisatawan mematuhi berbagai aturan yang ditetapkan, tidak akan menemui kejadian-kejadian seperti itu. Semua sudah diarahkan, termasuk lokasi parkir resmi dengan tarif yang sudah ditetapkan," ujarnya.

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut dia, sudah membangun komitmen bersama dengan pengelola parkir untuk tidak menerapkan tarif yang tidak wajar.

"Begitu juga dengan pedagang kuliner di Malioboro sudah diminta memasang harga menu makanan agar tidak bisa nuthuk," imbuh dia.

(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id