comscore

Ledakan di Banyumas Tidak Berindikasi Mengarah Aksi Terorisme

Antara - 15 Juni 2022 14:09 WIB
Ledakan di Banyumas Tidak Berindikasi Mengarah Aksi Terorisme
Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Edy Suranta Sitepu berjalan meninggalkan rumah Sajam, warga Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Rabu (15/6/2022), usai melakukan olah TKP. ANTARA/Sumarwoto
Banyumas: Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah mengumpulkan barang bukti terkait dengan ledakan sebuah rumah di Banyumas yang menewaskan seorang warga. Sejauh ini tidak ada indikasi ledakan mengarah ke aksi terorisme.

Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suratna Sitepu mengatakan, polisi telah memeriksa enam orang saksi dari keluarga dan tetangga korban. Dari kejadian tersebut, kata Edy, hingga saat ini belum ada indikasi yang mengarah ke terorisme.
"Kalau dari masyarakat sendiri, korban ini di daerah sini bisa bergaul namun sedikit tertutup," kata Edy usai olah TKP di Banyumas, Rabu, 15 Juni 2022.

Edy mengatakan pemilik rumah, Sajam, warga Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Adapun korban meninggal adalah Ahmad Gustomi, 28, anak dari penghuni rumah.

"Tapi intinya seperti yang saya sampaikan kemarin (Selasa malam) bahwa korban ini (korban meninggal dunia akibat ledakan) adalah orang yang semula bekerja membuat lampu hias ternyata membuat juga bahan-bahan untuk mengisi mercon atau petasan," kata Edy.

Selanjutnya, barang bukti yang ditemukan hari ini akan dibawa ke Labfor Polda Jateng untuk diteliti lebih lanjut. Kendati demikian, dia belum bersedia menyebutkan jenis dan volume barang bukti yang ditemukan di TKP.

Baca: Labfor Polda Jateng Olah TKP Ledakan di Banyumas

"Biar Labfor yang akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Nanti setelah hasilnya keluar, akan kami sampaikan lebih lanjut," kata Edy.

Ia pun menegaskan korban merupakan pembuat bahan petasan dari berbagai bahan kimia untuk diperjualbelikan. Polisi masih menggali informasi terkait dengan berapa lama korban sudah menjalani aktivitas membuat bahan petasan tersebut.

"Ini masih berproses, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi (untuk mengetahui) dia berapa lama menjualnya. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," katanya menegaskan.

Menyinggung mengenai jenis ledakan yang terjadi, dia mengatakan berdaya ledak rendah (low explosive). Sebelumnya, insiden ledakan yang terjadi pada Selasa kemarin pukul 17.30 WIB di Grumbul Leler RT 04 RW 01, Desa Randegan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, mengakibatkan seorang warga bernama Ahmad Bustomi, 28, meninggal.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id