comscore

Presiden Sumbang Hewan Kurban Berbobot 1 Ton di Sigi

Antara - 30 Juni 2022 19:01 WIB
Presiden Sumbang Hewan Kurban Berbobot 1 Ton di Sigi
Ilustrasi - Peternak menunjukkan sapi miliknya yang telah dipesan oleh Presiden Joko Widodo di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/7/2019). ANTARA/Muhamad Hamzah
Palu: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan Presiden Joko Widodo menyumbang satu ekor sapi berbobot 1 ton sebagai hewan kurban untuk disembelih pada Iduladha 1443 Hijriah 2022 di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi.
 
"Hewan kurban milik Presiden dibeli dari peternak sapi di Kelurahan Nunu, Kota Palu, dan saat ini masih dalam tahap penyelesaian administrasi," kata Rusli, pejabat fungsional Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng yang dihubungi di Palu, Kamis, 30 Juni 2022.

Ia menjelaskan hewan kurban Presiden diberikan kepada warga Desa Pombewe. Proses penyembelihan dilakukan oleh panitia kurban setempat, termasuk pembagian daging kurban.
 
Pemprov Sulteng, katanya, hanya sebatas memfasilitasi untuk kelancaran proses penyelesaian administrasi, pemeriksaan kesehatan hewan hingga distribusi kurban ke tempat pemotongan.
 
Baca juga: Pedagang Sebut PMK Tak Pengaruhi Penjualan Hewan Kurban

Sebelum dibeli, pihaknya menginformasikan kepada para peternak yang memiliki ternak kelas unggul yang sering menjuarai kontes ternak sapi di sejumlah kabupaten di provinsi itu, seperti halnya yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya.
"Lebaran Iduladha tahun lalu, kurban Presiden disembelih di Kabupaten Parigi Moutong. Bobot sapi sekitar 964 kilogram. Tahun ini bobot sapi milik pak Jokowi lebih berat dari tahun sebelumnya," ujar Rusli.

Lebih lanjut, hewan kurban dipesan Kepala Negara dari peternak lokal jenis sapi peranakan ongole (PO) dan dipastikan hewan tersebut dalam keadaan sehat.
 
Sebagaimana syarat kurban, bahwa hewan disembelih harus dalam keadaan sehat secara fisik, tidak cacat atau buta, dan bobot badan hewan ternak gemuk atau tidak kurus. 
 
Baca juga: 800 Ekor Hewan Ternak di Jepara Sudah Vaksin PMK

"Tim kesehatan hewan dari Maros, Sulawesi Selatan, termasuk dari Bali dan kami dari Perwakilan Pemprov Sulteng sudah melakukan pemeriksaan, dan hasilnya hewan ternak tersebut sehat. Dalam proses pemeriksaan kesehatan tidak ada ditemukan indikasi penyakit mulut dan kuku (PMK)," tutur Rusli.
 
Ia menambahkan, bobot timbangan hewan ternak ini sesuai dengan syarat timbangan untuk hewan kurban Presiden 800-1.000 kilogram.
 
"Saat ini pemilik ternak terus memberikan pakan bermutu untuk mempertahankan bobot timbangan, termasuk menjaga kondisi fisik sapi supaya tetap bugar," jelas Rusli.


(MEL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id