Sumur Bor Membuat Desa Karangrejek Keluar dari Desa Tertinggal

    Ahmad Mustaqim - 22 Juli 2019 17:20 WIB
    Sumur Bor Membuat Desa Karangrejek Keluar dari Desa Tertinggal
    Ketua BUM Des Karangrejek, Ton Martono. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
    Gunungkidul: Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul mampu memenuhi air untuk warganya dan sejumlah desa lain. Bahkan Desa Karangrejek mampu keluar dari status desa tertinggal sejak 2012. 

    Langkah warga Desa Karangrejek keluar dari kekurangan air dilakukan pada 2010. Warga bersama tokoh masyarakat bermusyawarah membuat sumur bor. Mereka mencari titik yang diperkirakan memiliki sumber air melimpah. Selain sumber air, mereka juga berinisiatif mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Karangrejek.  

    "Kami punya ide bagaimana menentukan titik air yang ada sumber air. Kita kerja sama Satker PAM Pemerintah DIY, Fakultas Teknik UGM. Titiknya di Dusun Karang Duwet 1," kata Ketua BUM Des Karangrejek, Ton Martono kepada Medcom.id ditemui di Balai Desa Karangrejek, Senin, 22 Juli 2019. 

    Pengeboran dilakukan dengan kedalaman 150 meter. Alat bor meminjam Pemerintah DIY, bekerja sama dengan teknisi dari PDAM setempat. Dengan pengeboran itu, mereka mendapatkan sumber air yang melimpah. 

    Martono mengatakan, pihaknya membuat bak penampungan, tingginya 3 meter, dengan luas 6 x 8 meter usai mendapatkan sumber air. Bak penampungan itu mampu menampung air sekitar 68 ribu liter. 

    "Kami lalu mendistribusikan ke masyarakat. Awalnya jaringan swadaya ke 120 sambungan rumah," imbuhnya. 

    Dia menerangkan saluran air awalnya dibuat swadaya. Setelah berjalan beberapa bulan, mereka memutuskan pelanggan air harus membayar. 

    "Satu titik rumah sambungan di Desa Karangrejek harus membayar Rp750 ribu. Dapat meteran air, pipa empat buah, dan dua titik air atau dua kran," jelasnya.

    Bukan hanya Desa Karangrejek, air juga menyuplai tiga desa yakni Desa Baleharjo, Desa Siraman, dan Desa Duwet. Warga di luar Desa Karangrejek membayar Rp1 juta jika akan berlangganan air dengan paket yang sama. 

    "Per bulan, pelanggan membayar Rp2.500 per 1-10 meter kubik. Setiap menghabiskan air bertambah hingga 10 meter kubik pembayaran ditambah Rp500," katanya. 

    Berkat air dari sumur bor warga Desa Karangrejek yang terdiri dari Dusun Karangrejek, Dusun Karang Duwet 1, Dusun Karang Duwet 2, Dusun Karangsari, Dusun Karanggumuk 1, Dusun Karanggumuk 2, Dusun Blimbing, tak pernah kekurangan air saat kemarau. Pelanggan air bersih dari Desa Karangrejek sebanyak 1.349. Warga desa tersebut juga bisa menjalankan pertanian atau perkebunan. 

    "Tiap enam bulan sekali sumber air juga diperiksa Dinas Kesehatan. Kandungan bakterinya 0,09 persen. Kandungan kapur kurang 1 persen, meski di minum langsung masih aman," tandasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id