Pemkot Tangerang Pastikan Ambulans Bisa Membawa Jenazah

    Hendrik Simorangkir - 27 Agustus 2019 15:40 WIB
    Pemkot Tangerang Pastikan Ambulans Bisa Membawa Jenazah
    Ilustrasi ambulans di area Pantai Tanjung Pakis yang menjadi lokasi pantai terdekat jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.
    Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang merevisi standar operasional prosedur (SOP)  penggunaan ambulans di Puskesmas. Revisi tersebut menghasilkan satu poin yakni penambahan regulasi yang memperbolehkan ambulans digunakan untuk membawa jenazah.

    Penambahan regulasi tersebut dilakukan pascaperistiwa warga yang menggotong korban tenggelam lantaran ambulans di salah satu Puskesmas tidak bisa membawa jenazah.

    "Ini masalah Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) 143 tahun 2001, yang berkaitan penggunaan ambulans. Dan kita telah menambahkan regulasi penggunaan ambulans sesuai dengan UU otonomi daerah. Jadi, ambulans bisa menyesuaikan kondisi kebutuhan masyarakat. Itu gratis," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di Kota Tangerang, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan pihaknya telah mengubah SOP soal penggunaan jasa mobil ambulans. Perubahan SOP yang sebelumnya tidak dapat melayani masyarakat secara maksimal, akhirnya diperbolehkan dengan kondisi kebutuhan masyarakat, seperti pengantaran jenazah.

    "Jadi ketika masyarakat Kota Tangerang kesulitan, maka dimungkinkan untuk memakai ambulans yang ada di Kota Tangerang. Bila terjadi musibah, hal-hal yang memungkinkan masyarakat tidak mendapat mobil jenazah, kami ubah sehingga fasilitas tersebut bisa dipergunakan oleh masyarakat Kota Tangerang," jelas Liza.

    Sebelumnya seorang warga Kampung Kelapa, Kelurahan Kelapa Indah, Kota Tangerang, terpaksa menggotong jenazah keponakannya Muhamad Husen, 8, dari Puskesmas Cikokol ke rumah duka. Jenazah Husen terpaksa digotong lantaran ambulans yang berada di Puskesmas Cikokol tidak bisa membawa jenazah.
     
    Husen sebelumnya diduga tewas setelah tenggelam di Sungai Cisadane kawasan Cikokol. "Di dalam mobil ambulans banyak alat medis yang harus dalam kondisi steril. Kalau digunakan untuk jenazah, khawatir akan berdampak pada pasien yang nantinya menggunakan ambulans tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Tangerang Liza Puspadewi saat dikonfirmasi, Senin, 26 Agustus 2019.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id