Pulau Simeulue Rawan Gempa dan Tsunami

    ant - 07 Januari 2020 17:35 WIB
    Pulau Simeulue Rawan Gempa dan Tsunami
    ilustrasi Medcom.id
    Jakarta: Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan Pulau Simeulue di Provinsi Aceh merupakan wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami. Catatan sejarah menunjukkan beberapa gempa kuat pernah terjadi di wilayah tersebut.

    "Kawasan Pulau Simeulue memang sangat rawan gempa dan tsunami," kata Daryono di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

    Daryono merincikan berdasarkan data BMKG tercatat pada 4 Januari 1907 Pulau Simeulue diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang memicu tsunami. Guncangan gempa saat itu dirasakan hingga ke Pariaman, Air Bangis, Natal, Siborongborong, Bagansiapiapi, Sidikalang, Barus, Tandjungbalai, dan Sibolga.

    Gempa tersebut dalam waktu singkat menimbulkan tsunami hingga menyebabkan kerusakan di Pulau Simeulue. Tsunami teramati di seluruh Pantai Aceh, Teluk Tapanuli, Kepulauan Mentawai, Gunungsitoli, Barus, Meulaboh, dan Pulau Tello. Catatan mengenai terjadinya tsunami juga dilaporkan di Pelabuhan Telukbayur, Padang.

    Dampak tsunami menyebabkan timbulnya korban jiwa sebanyak 400 orang meninggal dunia. Selain itu, tercatat gempa di wilayah yang sama pada 2 November 2002 dengan magnitudo 7,2 yang bersumber di zona megathrust.

    Selain menimbulkan kerusakan bangunan rumah, gempa itu juga mengakibatkan beberapa orang meninggal dan puluhan orang luka-luka saat itu.

    "Catatan lain menunjukkan terjadi gempa kuat yang mengguncang Simeulue pada 20 Februari 2008 dengan magnitudo 7,3. Gempa juga berpusat di zona megathrust Simeulue yang menimbulkan kerusakan dan menelan korban jiwa empat orang meninggal," kata Daryono.

    BMKG telah memutakhirkan gempa yang yang terjadi pada Selasa, 7 Januari 2020vpukul 13.05.18 WIB di selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, menjadi magnitudo 6.1.

    "Hasil pemutakhiran menjadi magnitudo 6,1," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kantor BMKG Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

    Ia mengatakan bahwa episenter gempa tektonik yang terjadi di Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra itu terletak pada koordinat 2.3 Lintang Utara (LU) dan 96.32 Bujur Timur (BT) atau berlokasi tepat di laut pada jarak 19 kilometer arah Selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, pada kedalaman 20 kilometer.

    Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menghunjam di bawah Lempeng Eurasia di Barat Sumatera.

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik atau thrust fault.

    Dwikorita juga menyebut guncangan gempa bumi dirasakan di Simeulue pada skala IV MMI. "Artinya pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah," katanya.

    Kemudian, getaran gempa juga dirasakan di Tapak Tuan, Singkil, Nias Utara dan Gunung Sitoli pada skala III MMI, atau dapat dirasakan nyata di dalam rumah, dengan getaran dirasakan seperti ada lintasan truk.

    Lebih lanjut ia mengatakan bahwa gempa juga dirasakan di Medan dengan skala II-III MMI, Nias Barat dan Meulaboh II MMI, atau tingkat getaran dirasakan oleh beberapa orang dengan benda-benda ringan yang digantung tampak akan bergoyang pada tingkat getaran skala tersebut.

    Hingga saat ini, BMKG menerima laporan kerusakan ringan di Simeulue, dengan beberapa kantor di antaranya Kantor MPU Simeulue mengalami kerusakan seperti kaca pecah dan dinding retak.

    Sementara itu, ia mengatakan bahwa menurut hasil pemodelan gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

    Kepala BMKG juga mengatakan bahwa berdasarkan hasil monitoring, ada empat aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo terbesar M4,2 dan magnitudo terkecil M2,6.




    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id