Sanksi Menanti Pedagang Beroperasi Siang Hari Selama Ramadan di Aceh

    Fajri Fatmawati - 08 April 2021 16:14 WIB
    Sanksi Menanti Pedagang Beroperasi Siang Hari Selama Ramadan di Aceh
    Ilustrasi takjil saat Ramadan. MI/Ramdani



    Aceh Besar: Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar menyatakan akan memberikan sanksi kepada pedagang yang tetap berjualan makanan di siang saat bulan ramadan. Hal tersebut dilakukan guna penerapan syariat islam di bumi Serambi Mekkah.

    Ketua MPU Aceh Besar, Muksalmina, mengatakan pihaknya telah mengundang seluruh camat di wilayahnya untuk mengikuti rapat terkait hal tersebut agar dapat diteruskan ke gampong-gampong (desa).






    "Diharapkan kepada setiap camat agar segera menyampaikan seruan ini,. Jangan nanti ketika ada sanksi mereka masih menjawab kami belum tahu, karena ini penting untuk dijalankan," kata Muksalmina, Kamis, 8 April 2021.

    Baca: Pemkot Tangerang Tetap Laksanakan Vaksinasi saat Ramadan

    Ada sembilan poin yang telah dikeluarkan terkait hal tersebut oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Besar, kepada seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Besar, Aceh, untuk dijalankan.

    "Sesuai dengan visi misi kami, bahwa penerapan syariat islam harus kuat di bumi Aceh Besar, apalagi memasuki bulan suci ramadan, terdapat beberapa kebiasaan masyarakat sehari-hari yang tidak boleh dijalankan, ada beberapa poin," jelasnya.

    Muksalmina menjelaskan terdapat 9 seruan bersama yang harus dijalankan oleh seluruh masyarakat Aceh Besar terkait sanksi tersebut. Di poin ketiga dijelaskan setiap pemilik toko, kedai, kios dan tempat usaha lainnya wajib menghentikan aktivitasnya pada malam hari, sampai selesai pelaksanaan ibadah tarawih dan witir.

    "Kemudian di poin keempat, bagi penjual makanan dan minuman agar tidak berjualan pada siang hari sejak pagi sampai dengan waktu salat ashar," ungkapnya.

    Sementara itu poin keenam setiap orang, tempat usaha atau tempat ibadah lainnya dilarang untuk menyediakan makanan, melindungi dan memberikan fasilitas kepada orang yang tidak berpuasa pada saing hari di bulan suci ramadan.

    "Semua poin itu berlaku untuk seluruh masyarakat lintas agama, baik muslim maupun non muslim, kita bersama-sama harus menghormati dan menjaga kesucian bulan ramadan, yang melanggar akan diberi sanksi," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id