Khofifah Sebut Realisasi Kegiatan Jatim 2020 Mencapai 91,99 Persen

    Amaluddin - 30 Maret 2021 15:39 WIB
    Khofifah Sebut Realisasi Kegiatan Jatim 2020 Mencapai 91,99 Persen
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Medcom.id/Amaluddin



    Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengklaim realisasi kegiatan di Jatim mencapai 91,99 persen. Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan investasi yang tumbuh 33,8 persen di tengah pandemi covid-19.

    "Kalau dibanding dengan tahun 2019 lalu, capaian indikator kegiatan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 yang kita laporkan hari ini, capaiannya lebih tinggi yaitu 91,99 persen sementara tahun 2019 capaiannya 79,45 persen. Bahkan ada beberapa perangkat daerah yang capaiannya 100 persen," kata Khofifah di Surabaya, Selasa, 30 Maret 2021.






    Baca: Polri Pastikan Jaga Rumah Warga Sekitar Kilang Balongan

    Khofifah menjelaskan dari 2.922 indikator kegiatan, sebanyak 2.722 target indikator telah dicapai. Hal ini penting karena substansi dari LKPJ 2020 adalah mengukur capaian dalam implementasi RKPD 2020, yang merupakan penjabaran tahun kedua pada RPJMD 2019-2024.

    Sementara dari sisi investasi, Khofifah menjelaskan berdasarkan data BKPM RI per Januari 2021, tercatat realisasi pertumbuhan investasi di Jatim naik signifikan. Pada tahun 2020, investasi di Jatim tumbuh 33,8npersen yaitu sebesar Rp78,3 trilliun, dibandingkan tahun 2019 tercatat Rp58,5 trilliun.

    Sedangkan 2018 tercatat Rp51,2 trilliun, tahun 2017 tercatat Rp65,9 trilliun, tahun 2016 tercatat Rp72,9 trilliun. Dengan demikian investasi di Jatim saat pandemi covid-19 tahun 2020 tercatat tertinggi sejak tahun 2016.

    "Alhamdulilah pertumbuhan investasi di Jatim tahun 2020 naik sebesar 33,8 persen. Ini merupakan angka tertinggi dari semua provinsi di Indonesia. Hal ini patut kita syukuri mengingat banyak provinsi lainnya di pulau Jawa terkontraksi cukup dalam investasinya. Ini juga menjadi semangat untuk bisa menjaga suasana kondusif, dan iklim investasi bisa terjaga dengan baik," jelas Khofifah.

    Lain halnya dengan laju perekonomian di Jatim yang mengalami kontraksi sebesar 2,39 persen, namun angka tersebut masih cenderung lebih baik dibanding dengan beberapa daerah di pulau Jawa. Bahkan PDRB Jatim mampu berkontribusi sebesar 24,80 persen di pulau Jawa setelah DKI.

    Sementara Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim, Khofifah mengklaim selalu mengalami peningkatan setiap tahun. IPM Jatim tahun 2020 sebesar 71,71, meningkat 0,21 poin dibanding tahun 2019 dan merupakan peningkatan tertinggi diantara provinsi lain se- Jawa.

    "Hal itu menunjukkan semakin membaiknya kualitas pembangunan manusia di Jatim. Dibuktikan dengan capaian penerimaan SNMPTN jalur reguler, dimana putera- puteri Jatim menempati peringkat tertinggi secara nasional dengan total 16.998 siswa diterima tanpa tes di perguruan tinggi negeri," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id