Bupati Bogor Minta Aparatur Wilayah Berperan Pelarangan Mudik

    Rizky Dewantara - 04 Mei 2021 19:16 WIB
    Bupati Bogor Minta Aparatur Wilayah Berperan Pelarangan Mudik
    ilustrasi Medcom.id



    Bogor: Bupati Bogor, Ade Yasin, telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kebijakan larangan mudik lebaran. Ade Yasin meminta aparatur wilayah tingkat RT dan RW ikut bertanggungjawab dalam menekan penyebaran covid-19.

    "Berhasil atau tidaknya larangan mudik itu ada pada aparat pemerintah daerah. Maka dalam menjalankan kebijakan tersebut, aparatur wilayah tingkat, camat, desa bahkan RT dan RW harus aktif dalam kebijakan larangan mudik lebaran," kata Ade Yasin kepada Medcom.id, di Bogor, Jawa Barat, Selasa, 4 Mei 2021.






    Baca: Pelarangan Mudik, Jumlah Penumpang di Solo Turun

    Ade menjelaskan saat ini Pemkab Bogor masih memberlakukan PPKM berskala mikro. Pihaknya ingin saat pelarangan mudik lebaran, aparatur wilayah yang paham dengan kondisi di wilayahnya harus bisa mengontrol pergerakan warganya.

    "Karena kegiatan mudik sudah dilarang oleh pemerintah pusat mulai 6 Mei hingga 17 Mei  2021. Untuk pelaksanaannya ada di pemerintah daerah, jadi kita yang bertanggung jawab atas sukses tidaknya kebijakan larangan mudik ini," jelasnya.

    Menurut Ade untuk penyekatan ruas jalan masuk dan keluarnya kendaraan di wilayah Kabupaten Bogor pihaknya telah membuat delapan pos jaga yang dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, dan pihak terkait lainnya.

    "Delapan pos jaga itu ada di perbatasan dengan Kota dan Kabupaten Bekasi tepatnya di Cileungsi. Untuk perbatasan Kota Depok ada di Cibinong dan Parung, kemudian, perbatasan Kabupaten Tangerang ada di Parung Panjang," paparnya.

    Menurutnya pos jaga di perbatasan Kota Lebak Banten ada di Jasinga, kemudian perbatasan Kabupaten Cianjur ada di Puncak dan perbatasan Kabupaten Sukabumi ada di Cigombong.

    "Untuk jalan kecil atau jalur tikus, ini juga tanggung jawab kita bersama, jika ada yang ketahuan mudik melalui jalur ini, kita tanya dan identifikasi, apakah ada keterangan sudah vaksin dan surat keterangan rapid antigen. Yang nanti akan dilaporkan ke satgas covid-19 tingkat kecamatan," ujarnya.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id