6 Pedemo Jadi Tersangka Anarkistis di Tangerang

    Hendrik Simorangkir - 14 Oktober 2020 15:17 WIB
    6 Pedemo Jadi Tersangka Anarkistis di Tangerang
    Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto. Medcom.id/Hendrik S
    Tangerang: Polisi menetapkan enam pedemo jadi tersangka anarkistis saat unjuk rasa penolakan pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Jalan Daan Mogot, Batuceper, Kota Tangerang, Banten, Kamis, 8 Oktober 2020. Mereka yaitu, EBP, DG, MTS, MS, S, dan MI.

    "Dari enam tersangka, empat di antaranya ada pelajar dan dua lainnya berprofesi sebagai buruh dan pengangguran," ujar Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Sugeng Hariyanto, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Sugeng menerangkan, setiap pelaku memiliki peran berbeda. Seperti melempar batu, menganiaya petugas polisi, mengancurkan mobil patroli polisi, dan lainnya.

    "Keenam pelaku diduga melakukan pengerusakan mobil milik Polres Metro Tangerang Kota yang ada di lokasi penyekatan," terangnya.

    Baca: Polisi Tangkap 1.377 Orang Saat Demo Tolak UU Ciptaker

    Sugeng menjelaskan, tersangka EBP berperan menendang dan melempar batu kepada salah satu anggota polisi. Sedangkan DP juga melempar batu ke arah polisi dan TNI serta merusak tutup tangki kendaraan Sabhara. 

    "Untuk tersangka MTS berperan melempar batu ke petugas polisi, melempar botol ke arah mobil patroli Sabhara," jelasnya.

    Sugeng manambahkan, tersangka MS berperan menendang lampu sign depan sebelah kiri mobil patroli Sabhara. Sementara tersangka S naik ke atap mobil dan menginjak mobil patroli. 

    "Dari enam tersangka, empat di antaranya pelajar, satu orang buruh, dan satu pengangguran," jelasnya.

    Baca: Ambulans yang Ditembaki Polisi Diduga Bawa Batu buat Pedemo

    Pihaknya masih mendalami diduga pihak yang mengorganisir aksi anarkistis itu. Penyidik masih mendalami percakapan di telepon genggam milik para tersangka. 

    "Hingga saat ini belum ada indikasi adanya pemberian uang kepada para pelaku dari komunikasi HP yang bersangkutan, hanya bersifat ajakan saja, seandainya memang ada yang mendanai akan kita proses," ungkapnya.

    Para tersangka diancam Pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara, Pasal 212 juncto Pasal 213 KUHP ancaman hukuman 8 tahun 6 bulan, dan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

    (LDS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id