Sidoarjo Targetkan Zona Kuning Covid-19 dalam Dua Pekan

    Antara - 12 Oktober 2020 21:10 WIB
    Sidoarjo Targetkan Zona Kuning Covid-19 dalam Dua Pekan
    Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
    Sidoarjo: Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menargetkan ada perubahan status dari zona oranye menuju ke zona kuning penanganan covid-19 dalam dua pekan ke depan.

    Penjabat Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan, Sidoarjo pernah masuk dalam zona merah selama sekitar lima bulan sejak Maret bersama Kota Surabaya dan Gresik.

    "Saat ini, berdasarkan peta sebaran Gugus Tugas Covid-19 Pusat, Sidoarjo sudah dinyatakan menjadi zona oranye," ujarnya, Senin, 12 Oktober 2020.

    Pihaknya bersama Forkopimda terus melakukan upaya-upaya pencegahan di lapangan dengan memaksimalkan 3T dan operasi yustisi agar penerapan protokol kesehatan terus digencarkan.

    "Alhamdulillah, Sidoarjo yang dulunya pernah pernah menjadi salah satu episentrum penyebaran covid-19 di Jawa Timur kini mulai terkendali, kasus aktif di Sidoarjo kini hanya tersisa 511 atau setara dengan 7,52 persen," kata dia.

    Baca juga: Pemkot Sorong Larang Tiga Klinik Layani Tes Cepat Covid-19

    Menurut Hudi, persentase tersebut jauh lebih rendah dari kasus aktif nasional yakni 19,68 persen. Sementara itu, kesembuhan telah mencapai 85,84 persen, atau melebihi angka kesembuhan nasional yakni 76,78 persen.

    "Artinya penanganan covid-19 di Sidoarjo sudah on the right track," ungkapnya.

    Ia menjelaskan, total ada 11 rumah sakit rujukan di Sidoarjo yang akan disesuaikan dengan penurunan kasus covid-19. Rencana kebijakan pengurangan rumah sakit rujukan didasarkan pada fakta di lapangan antara jumlah tempat tidur (TT) yang tersedia dengan jumlah pasien yang dirawat.

    Hudi mengatakan, seperti di RSUD yang menyediakan 175 tempat tidur yang terisi hanya 76 ranjang atau dengan tingkat okupansi 43,42 persen sesuai standar WHO yakni maksimal 60 persen. Begitu juga dengan rumah sakit rujukan lainnya di Sidoarjo, kondisinya kurang lebih sama yang mengindikasikan ketersediaan tempat tidur untuk pasien isolasi relatif aman.

    "Guna memaksimalkan peran RS rujukan covid-19 dan mencegah penularan di rumah sakit, saat ini kami sedang mempertimbangkan untuk memfokuskan penanganan covid-19 pada beberapa rumah sakit rujukan saja. Jika kajian ini sudah diputuskan bersama segera akan kita usulkan ke Gubernur Jawa Timur," jelas dia.

    (MEL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id