Penyuap Nurdin Abdullah Ingatkan Kontraktor Tak Lakukan Suap

    Muhammad Syawaluddin - 22 Juli 2021 20:14 WIB
    Penyuap Nurdin Abdullah Ingatkan Kontraktor Tak Lakukan Suap
    Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah tiba di gedung KPK. mi



    Makassar: Terdakwa kasus suap, Agung Sucipto, mengakui telah melakukan suap dengan memberikan uang kepada Nurdin Abdullah. Ia juga mengajak kepada seluruh kontraktor untuk tidak melakukan tindakan serupa dan menjadikan apa yang dialami sebagai pelajaran.

    "Tolong jadikan masalah yang menimpa saya saat ini sebagai pembelajaran bahwa titik kompromi dalam sistem yang berjalan saat ini merupakan hal yang tidak benar dan bertentangan dengan hukum," kata Agung Sucipto saat membacakan pleidoi di PN Makassar, Kamis, 22 Juli 2021.

     



    Baca: 2 Kali Ditabrak, Tukang Becak di Tangerang Tewas

    Dia menjelaskan pemberian uang sebagai upaya mendapatkan sebuah proyek ataupun sebagai ucapan terimakasih setelah proyek dikerjakan itu merupakan tindakan yang salah.

    Itu juga akan berdampak langsung kepada masyarakat yang menikmati hasil dari pelaksanaan proyek tersebut. Oleh karena itu ia berpesan kepada teman-teman sesama kontraktor untuk mengubah sistem tersebut.

    "Saya yakin ketika teman-teman kontraktor sepakat dan bisa bersikap secara bulat, maka sistem itu akan berubah dengan sendirinya," ungkapnya sambil menangis dihadapan majelis hakim.

    Ia juga memohon kepada majelis hakim agar mendapatkan keringanan hukuman. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya jika nantinya kembali di tengah masyarakat.

    Pria sepuh itu juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dan semua pihak yang dilibatkannya dalan perkara ini.

    "Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang telah saya libatkan dalam perkara ini. Saya memohon maaf kepada masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bulukumba," ujarnya.

    Dalam sidang tersebut jaksa penuntut umum menyatakan Agung Sucipto telah melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 juncto pas 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Pidana (KUHPidana).

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang sebelumnya menyatakan terdakwa Agung Sucipto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut.

    Agung Sucipto dituntut dua tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda Rp250 juta subsider 6 bulan penjara.

    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id