Diprediksi Mampu Kalahkan Prabowo di Jabar, Golkar: Ini Lumbung Kami

    Al Abrar - 23 November 2021 10:08 WIB
    Diprediksi Mampu Kalahkan Prabowo di Jabar, Golkar: Ini Lumbung Kami
    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.



    Jakarta: Partai Golkar diprediksi akan menguasai suara pemilih di Provinsi Jawa Barat saat pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden 2024. Latar belakang sejarah, Jabar menjadi lumbung partai berlambang pohon beringin itu.
     
    "Kalau kita lihat peta dan latar belakang sejarahnya, Jabar, itu kan menjadi salah satu lumbungnya Golkar. Kalau PDI lumbungnya kan di Jawa Tengah," Ujar Ketua DPP Partai Golkar Firman Soebagyo, Selasa, 23 November 2021. 

    Sebelumnya Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin, memperkirakan perolehan suara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Jabar bakal mengalami penurunan bila maju kembali menjadi calon presiden (capres) Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang.

     



    Menurutnya, konstruksi pemilih di Jabar senantiasa berubah dari pemilu ke pemilu, serta karakter masyarakat Jabar mudah terpesona dan kecewa. Khusus Prabowo, kekecewaan masyarakat karena bergabungnya pendiri Partai Gerindra itu ke penguasa saat ini.

    Terkait pandangan pengamat itu, Firman mengakui sangat bersyukur kalau  benar terjadi pergeseran suara pemilih yang kecewa terhadap Prabowo Subianto dan Partai Gerindra ke partai Golkar.

    "Mereka (yang kecewa dengan Prabowo) katakanlah bergesernya kepada Golkar ya kami sangat welcome dan berterimakasih," ujarnya.

    Ia menyakinkan masyarakat Jabar jika nanti Partai Golkar memenangkan pemilu, akan berpihak pada kepentingan rakyat. Saat ini seluruh kader Golkar terus bergerak mensosialisasikan visi misi partai dan ketua umum Airlangga Hartarto sebagai capres 2024.

    "Kalau masyarakat menentukan pilihannya ke Golkar dan Airlangga nantinya berarti masyarakat sudah bisa menilai dari sekian partai yang ada ternyata golkar yang mungkin dianggap memperjuangkan aspirasi mereka," ujarnya.

    Baca: Airlangga: Pengembangan SDM Harus Beriringan dengan Ekonomi Digital

    Firman menilai masyarakat termasuk warga Jabar sudah semakin cerdas. Sikap dan perilaku politik dari tokoh-tokoh mereka dukung menjadi pertimbangan pilihan politik. 

    Ia mengatakan dalam menentukan pilihannya di era keterbukaan, masyarakat lebih senang pada tokoh-tokoh yang konsisten dengan sikap politik.  

    "Dan kemudian memilih tokoh yang memang dalam politik itu menjaga etika hubungan antara pendukung dan yg didukung," ujarmya.

    Ia menambahkan, posisi-posisi psikologis dan inkonsisten calon pemimpin dapat mempengaruhi ketidakpercayaan pendukungnnya.  Hal ini disebabkan keputusan politik tokoh politik tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan pendukungnnya.

    Ia berharap suara-suara pemilih yang dulu memilih ke Golkar akan kembali memilih partai tersebut.  Ia mengingatkan Prabowo Subianto dulunya merupakan kader Golkar yang keluar dan mendirikan Partai Gerindra.

    "Banyak orang orang Golkar yang mengikuti jejak Pak Prabowo ke Gerindra. Kalau ada yang kecewa saat ini sama sikap beliau, itu hak masyarakat," ujarnya.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id