SMA SPI, Sekolah Gratis untuk Anak Tidak Mampu dan Yatim Piatu

    Daviq Umar Al Faruq - 10 Juni 2021 19:36 WIB
    SMA SPI, Sekolah Gratis untuk Anak Tidak Mampu dan Yatim Piatu
    Suasana gerbang depan sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur.



    Batu: SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi bahan perbincangan lantaran jadi diterpa kasus dugaan kekerasan seksual. Namun terlepas dari itu, SMA SPI mengusung konsep sekolah gratis.

    "SMA SPI adalah sekolah gratis yang kami peruntukkan bagi anak-anak yatim piatu dan tidak mampu, yang mana mereka berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Mereka pun berasal dari agama yang berbeda-beda," kata Kepala SMA SPI, Risna Amalia, saat konferensi pers di SMA SPI, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis 10 Juni 2021.

     



    SMA SPI sendiri berdiri sejak 2007 silam. Sekolah yang berlokasi di Jalan Pandanrejo Nomor 2 Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur ini merupakan SMA berasrama atau boarding school.

    "Gratisnya apa saja? Mulai dari biaya kehidupan, biaya pendidikan dan biaya kesehatan. Biaya kesehatan mulai dari mereka kepleset sampai ada yang kena tumor itu semua dicover sama SMA SPI," ungkapnya.

    SMA SPI merupakan salah satu SMA Double Track (SMA DT) di Jawa Timur. SMA DT sendiri merupakan terobosan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur untuk menekan angka pengangguran lulusan SMA, yang telah diinisiasi sejak 2018 lalu.

    "Kurikulum yang kami berlakukan di sini ada dua, reguler yang mana memberikan bekal mereka akademis. Tapi di satu sisi kami memberikan bekal kepada mereka keterampilan," terangnya.

    Baca: Komnas PA Beri Bukti Baru Kasus Kekerasan Seksual di SPI Batu

    SMA DT merupakan program di mana setiap lulusan siswa SMA DT akan memiliki dua kompetensi. Yakni berupa pembelajaran reguler dan kompetensi keterampilan bersertifikat.

    "Sehingga dengan harapan besar bahwa ketika mereka lulus dari SMA SPI, mereka memiliki kompetensi akademis selain itu mereka juga memiliki keterampilan bersertifikat," urainya.

    Kegitan yang ada di SMA SPI dipantau oleh Dispendik Jawa Timur mulai dari program, pelaksanaan, hingga evaluasi. Sehingga segala kegiatan yang dilaksanakan SMA SPI selalu dibina dan dalam pengawasan Dispendik.

    "Dan itu pula yang membuat kami bersyukur sekali keberadaan dari sekolah ini. Juga dipercaya berbagai pihak, antara lain saat ini ada siswa kami sembilan orang titipan dari pemerintah Kamboja untuk bisa sekolah di SMA Selamat Pagi Indonesia ini," jelasnya.

    Tak hanya itu, SMA SPI diketahui juga beberapa kali kami menjadi rujukan terkait pendidikan kewirausahaan dan skill. Bahkan, pihak SMA SPI pernah diundang oleh Unesco dalam entrepreneurship conference di Tiongkok pada Oktober 2019 lalu.

    "Ini juga yang kami harapkan dimana sekolah ini mengantarkan mereka menjadi anak-anak yang berprestasi dengan bakat dan keterampilan yang mereka miliki masing-masing," ujarnya.

    Sebelumnya, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi kantor Polda Jatim, Sabtu, 29 Mei 2021. Tujuannya untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan JE, pemilik sekaligus pengelola sekolah swasta di Kota Batu, Jatim, terhadap belasan anak didiknya.

    "Ada sekitar 15 korban, ini menyedihkan karena ini adalah sekolah yang dibanggakan oleh Kota Batu dan Jatim tapi ternyata menyimpan kejahatan yang luar biasa hingga bisa mencederai dan menghambat anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, usai melaporkan kasus tersebut ke Polda Jatim.

    Selain dugaan tindak pidana kekerasan seksual, Komnas PA diketahui juga melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan fisik serta dugaan tindak pidana eksploitasi ekonomi.

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id