11 Perusahaan di DIY PHK Ratusan Pekerja

    Ahmad Mustaqim - 08 April 2020 13:34 WIB
    11 Perusahaan di DIY PHK Ratusan Pekerja
    ilustrasi Medcom.id
    Yogyakarta: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan buruh. Selain PHK, belasan ribu buruh dirumahkan dan belum dipenuhi haknya akibat pandemi virus korona covid-19.

    "Total buruh ada 14.055. Lalu 11 perusahaan melakukan PHK kepada 258 pekerja," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Andung Prihadi, saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 8 April 2020.

    Baca: 1.923 Pekerja di Jatim Kena PHK

    Andung menjelaskan 296 perusahaan tercatat merumahkan 13.797 pekerja. Selain pekerja formal, ia mengatakan ada ratusan buruh informal yang bernasib serupa. Rinciannya 474 buruh, baik berstatus perempuan pekerja rumahan, calon pekerja migran Indonesia, dan purna pekerja migran.

    Andung mengungkapkan berbagai alasan disampaikan perusahaan melakukan kebijakan itu. Akibat pandemi virus korona, kata dia, perusahaan alami kemerosotan pelanggan, dan kesulitan bahan baku.

    "Ada yang dengan physhical distancing. Lalu juga omzet turun sampai 80 persen, dan lainnya," jelas Andung.

    Andung tak tahu berapa perusahaan yang memenuhi hak buruhnya. Menurut dia pemenuhan hak dalam situasi saat ini tidak bisa langsung dilakukan.

    "Prinsipnya semua PHK yang kita laporkan harus ada dokumen perjanjian bersama yang ditandatangani pihak manajemen dengan pihak sarekat atau pekerja," ungkap Andung.

    Ia menyebut ada perjanjian sebagai kesepakatan bersama membayar secara bertahap hak buruh itu. Andung mengatakan kebijakan PHK harus mengikuti prosedur dan kompensasi sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Di sisi lain, buruh non PHK diproses melalui kesepakatan Bipartit.

    "Selain di atas, kami daftarkan semua yang di atas (buruh terdampak) itu sebagai peserta program Kartu Pra Kerja dan sudah kita kirim data lengkap by name by address, NIK, nama perusahaan no HP masing-masing karyawan," pungkas Andung.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id