Petugas Kebersihan Selundupkan Narkoba dan Ponsel ke Lapas Banceuy

    P Aditya Prakasa - 18 Februari 2020 14:37 WIB
    Petugas Kebersihan Selundupkan Narkoba dan Ponsel ke Lapas Banceuy
    Petugas Lapas Banceuy Kota Bandung gagalkan penyelundupan narkoba dan handphone dari petugas kebersihan
    Bandung: Petugas pengangkut sampah Dinas Kebersihan Kota Bandung ditangkap lantaran hendak menyelundupkan narkoba jenis sabu dan ekstasi, serta belasan ponsel ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy Kelas II A Bandung. Barang-barang tersebut merupakan pesanan narapidana Lapas Banceuy.

    Kepala Lapas Banceuy Bandung, Tri Saptono Samuji, mengatakan pelaku berinisial IM itu berperan sebagai kurir. Upaya penyelundupan tersebut memanfaatkan tempat sampah yang hendak dimasukan ke dalam Lapas.

    "Jadi truk sampah milik Dinas Kebersihan Kota Bandung itu mau mengambil sampah yang ada di dalam. Kemudian sesudah memindahkan sampah ke truk, tempat sampah itu dikembalikan ke dalam," kata Tri di Kantor Lapas Banceuy Kota Bandung, Selasa 18 Februari 2020.

    IM yang hendak mengembalikan tempat sampah, digeledah oleh petugas penjaga. Petugas pun menemukan sejumlah narkoba di dalam kemasan kotak susu dan belasan ponsel di dalam tempat sampah tersebut.

    "Jadi semua orang yang masuk termasuk petugas diperiksa dan digeledah. Setelah digeledah tong sampah dan badannya ditemukan barang-barang terlarang," ucap Tri.

    Tri mengatakan, barang bukti yang disita ialah 31 butir ekstasi, 30 gram sabu, 15 buah ponsel, 21 headset, 17 charger, dan 40 kartu perdana. Setelah IM diperiksa, barang-barang tersebut merupakan pesanan dua orang narapidana di dalam Lapas.

    "Pemesannya sudah ketahuan, yang pesan HP inisial AS narapidana kasus uang palsu, kemudian yang pesan narkoba berinisial DK narapidana kasus narkoba juga. Dari perakapan mereka di ponsel, untuk pemesanan HP sudah dibayar Rp14 juta," kata Tri.

    Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut dia, barang-barang selundupan tersebut rencananya akan diperjualbelikan oleh AS dan DK. Kasus tersebut pun telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

    "Untuk pemesan kita naikan statusnya menjadi narapidana berisiko tinggi dan kita masukan ke sel isolasi. Kasus ini juga kita serahkan ke kepolisian dan BNN," kata Tri.





    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id