Polresta Tangerang Tetapkan Sembilan Tersangka Demo Rusuh

    Hendrik Simorangkir - 12 Oktober 2020 08:14 WIB
    Polresta Tangerang Tetapkan Sembilan Tersangka Demo Rusuh
    Polresta Tangerang melakukan konferensi pers penetapan tersangka buntut demo rusuh di Kabupaten Tangerang, Banten. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
    Tangerang: Polresta Tangerang menetapkan sembilan tersangka buntut unjuk rasa penolakan Undang-Undang Omnibus Law berujung rusuh di wilayah Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, pekan lalu. Sembilan tersangka itu berinisial H, F, HR, RH, R, YP, AS, SB, dan J.

    "5 dari 9 tersangka dijerat juga dengan pasal mengenai perbuatan melawan petugas yang sedang melaksanakan tugas yang sah menurut Undang-Undang," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Senin, 12 Oktober 2020.

    Baca: Dosen di Makassar Babak Belur Jadi Korban Salah Tangkap Saat Demo

    Ade menjelaskan kelima tersangka yang dijerat Pasal 212 KUHP mengenai melawan petugas yang sah adalah HR, YP, H, R, dan RH. Sementara tersangka lain dijerat Pasal 170 KUHP mengenai tindakan pengrusakan secara bersama-sama.

    Ade menambahkan lima tersangka yang dijerat pasal melawan petugas terjadi di salah satu perusahaan di Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg. Saat itu petugas hendak menghalau kelimanya yang hendak melakukan sweeping buruh untuk mengikuti unjuk rasa.

    "Saat dicegah, kelima tersangka justru melawan petugas. Kelima tersangka membentak-bentak dan mengeluarkan kalimat yang merendahkan martabat institusi," ungkapnya.

    Selain itu kelima tersangka bersama empat tersangka lainnya juga terlibat dalam pengrusakan dan memasuki properti orang tanpa izin di salah satu perusahaan di Kawasan Industri, Desa Sukaasih, Kecamatan Pasar Kemis. Sembilan tersangka memiliki peran berbeda-beda.

    "Ada yang memerintahkan agar mereka berkumpul untuk melakukan aksi sweeping ke pabrik. Ada juga yang mendorong pintu gerbang utama pabrik hingga roboh. Dan ada pula yang sampai masuk ke ruang kantor lalu mengacak-acak dan merusak ruang kantor," ungkap Ade.

    Dua peristiwa itu selain terekam kamera CCTV juga terdokumentasikan kamera ponsel. Dari pertunjuk itu dan ditambah keterangan saksi polisi memperdalam penyelidikan dan berhasil menciduk para tersangka.


     

    (DEN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id