35 Kepala Daerah di Jateng Diminta Kawal Percepatan Vaksinasi

    Antara - 22 Februari 2021 15:18 WIB
    35 Kepala Daerah di Jateng Diminta Kawal Percepatan Vaksinasi
    Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Gelombang II dengan penerima pelayan publik di Provinsi Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Wisnu Adhi)



    Semarang: Kepala daerah pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah diminta mengawal percepatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 gelombang II agar bisa selesai tepat waktu.

    "Kita prioritas pada percepatan vaksinasi, seluruh bupati/wali kota saya minta mengawal proses ini.  Tadi ada laporan beberapa daerah yang capaiannya masih rendah, Kabupaten Pekalongan, setelah dikonfirmasi ternyata ada data Kabupaten Pekalongan yang masuk Kota Pekalongan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Semarang, Senin, 22 Februari 2021.




    Pada Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Jateng disampaikan, capaian vaksinasi di sejumlah daerah untuk tahap pertama masih cukup rendah, di antaranya Kabupaten Pekalongan 57,82 persen, Brebes 71,60 persen, dan Tegal 73,65 persen.

    Beberapa daerah lain sudah melebihi target, di antaranya Kabupaten Kudus 102,82 persen, Pati 101,58 persen, dan Boyolali 100,16 persen.

    Baca juga: Vaksinasi Nakes Dosis Kedua di DIY Masih Berjalan

    Ganjar mengungkapkan pada rapat evaluasi penanganan covid-19 disepakati semuanya melakukan percepatan agar vaksinasi tahap selanjutnya bisa segera dilaksanakan.

    "Apalagi, untuk vaksin yang batch kedua sebesar 1 juta dosis itu juga sudah kami kirim ke kabupaten/kota, saya harap ayo dipercepat, karena untuk pelayan publik seperti ASN dan lainnya lebih gampang karena sudah terdata," ujarnya.

    Dengan terselesaikannya jatah vaksin tahap pertama itu, penanganan selanjutnya akan lebih mudah. Terlebih pada vaksinasi gelombang II, ada masyarakat umum yang dilibatkan.

    "Ini membutuhkan treatment lebih besar, mengingat datanya harus diverifikasi dan divalidasi dengan benar. Belum lagi sekitar Mei nanti, akan ada pengiriman beberapa jenis vaksin yang berbeda merek. Ini harus disiapkan skenarionya, jangan sampai ada masyarakat yang disuntik beda vaksin pada penyuntikan pertama dan kedua," katanya.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id