Jadi Sarang Narkoba dan Miras, Markas Ormas Pemuda Pancasila di Tangerang Digerebek

    Hendrik Simorangkir - 01 April 2021 14:20 WIB
    Jadi Sarang Narkoba dan Miras, Markas Ormas Pemuda Pancasila di Tangerang Digerebek
    Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota menggerebek markas Ormas. Medcom.id/Hendrik S



    Tangerang: Polisi menggerebek markas organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) di Jalan Borobudur, Ex Terminal Perum, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten. Markas itu kerap dijadikan sarang narkoba dan minuman keras (miras).

    Kasatres Narkoba Polres Metro Tangerang Kota AKBP Pratomo Widodo mengatakan,pihaknya menangkap satu orang pelaku berinisial YIR (43). Ia kedapatan sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu.






    "Dari hasil penggerebekan, anggota menyita ratusan botol miras berbagai merek di lokasi, dan alat hisap sabu yang baru saja selesai digunakan pelaku," ujarnya, Kamis, 1 April 2021.

    Pratomo menjelaskan, pengungkapan itu berdasarkan informasi dari masyarakat. Diterangkan, posko itu sering digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika dan peredaran miras.

    "Dari hasil keterangan YIR, ia mengaku telah mengonsumsi sabu bersama dengan saudara AM yang kini sedang dalam pengejaran," katanya.

    Baca: Kepala Desa di Tangerang Ditangkap saat Pesta Sabu

    Pratomo menuturkan, pihaknya menemukan ratusan botol minuman keras di dalam mobil berpelat B 1847 CUE di lokasi kejadian. Temuan itu berdasarkan hasil penggeledahan di lapangan.

    "Kami temukan 29 dus minuman keras dengan jumlah total sebanyak 384 botol dengan rincian 9 Dus Anggur Merah, 6 dus Anggur kolesom, 1 dus anggur buah, 1 dus newport, 1 dus Whisky, 2 dus Anggur Putih, 5 dus Rajawali, 3 dus Kamput," jelasnya.

    Tersangka kini digiring ke Mapolres Metro Tangerang Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. YIR dijerat Pasal 112 ayat (1) Undang undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

    "Perda Kota Tangerang Nomer 7 Tahun 2005 tentang peredaran dan penjualan miras dengan ancaman hukumannya penjara 5 hingga 20 tahun," ucapnya.

    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id