• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Keluarga Lega Jonny Arung Selamat dari Pembantaian di Nduga

Andi Aan Pranata - 06 Desember 2018 18:01 wib
ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Makassar: Karyawan PT Astika Karya bernama Jonny Arung dipastikan selamat dari pembantaian kelompok bersenjata di Nduga, Papua. Keluarga Jonny di Makassar, Sulawesi Selatan, merasa lega karena sebelumnya mendapatkan kabar soal banyak korban tewas akibat penyerangan.

Jonny, yang menjabat Site Operation Manager, merupakan warga perumahan Dataran Tinggi, jalan Leimena, Makassar. Istri Jonny, Maygiani Misanan telah berangkat ke Papua untuk bertemu sang suami.

"Pak Jonny sementara dirawat di rumah sakit, karena kondisinya masih lemah. Informasi dari sana, dia tidak mengalami luka," kata Welgi, keluarga Jonny yang ditemui di Makassar, Kamis 6 Desember 2018.

Welgi mengatakan, Jonny Arung berhasil menyelamatkan diri saat kelompok bersenjata menyerang para pekerja konstruksi jembatan Trans Papua, Sabtu lalu. Namun dia belum mengetahui bagaimana cara Jonny kabur hingga akhirnya bisa dievakuasi oleh aparat keamanan.

Baca: Korban Tewas Penembakan di Nduga 20 Orang

"Rencananya (Jonny) akan dibawa pulang ke sini, tapi belum tahu kapan. Karena psikisnya juga kemungkinan masih trauma. Tapi keluarga sudah lega karena dia selamat," kata Welgi.

Sebelumnya, istri Jonny menyampaikan kabar soal kondisi suaminya melalui Facebook. Pada status yang diunggah pada Rabu 5 Desember, Maygiani menulis soal Jonny yang dipastikan selamat. Saat itu, Jonny disebut akan dievakuasi dari Pos 7 Mbua, menuju Timika atau Wamena.

"Saya mewakili kak Jonny, berterima kasih sebesar-besarnya atas doa dan dukungannya. Saya sangat yakin, doa-doa kita semua yang menguatkan beliau," Maygiana menulis.

Baca: KKB di Papua Kerap Memalak

Dari data yang dihimpun, sebagian pekerja PT Astika saat hari penyerangan kelompok bersenjata, berasal dari Sulsel. Mereka antara lain dari Makassar, Toraja, dan Gowa. Belasan orang meninggal dan sementara dievakuasi.



(ALB)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.