comscore

Ternak dari Wilayah Wabah PMK Ditolak Masuk DIY

Ahmad Mustaqim - 14 Mei 2022 13:33 WIB
Ternak dari Wilayah Wabah PMK Ditolak Masuk DIY
ilustrasi/Medcom.id
Yogyakarta: Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menolak ternak dari daerah temuan penyakit mulut dan kuku (PMK) masuk ke wilayahnya. Kasus hewan terjangkit PMK telah terdeteksi di sejumlah daerah. Ternak yang masuk ke DIY harus memenuhi persyaratan.

"Beberapa wilayah (ditemukan PMK) di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan lain-lain. Kami betul-betul tidak akan memasukan hewan dari wilayah-wilayah yang sudah ditemukan kasus," kata Kepala Dinas Pertanian DIY, Sugeng Purwanto, Sabtu, 14 Mei 2022. 
Sugeng mengatakan setiap ternak masuk dari luar daerah akan diperiksa ketat. Ia mengatakan ternak yang dibawa masuk DIY harus kantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari balai veteriner setempat, hingga riwayat asal hewan ternak, serta jumlahnya.

Menurut dia, kendaraan pengangkut hewan yang tak memenuhi syarat atau berasal dari wilayah dengan temuan kasus PMK akan langsung diminta putar balik oleh petugas pos pengecekan. Jika dari wilayah non-temuan kasus PMK, harus memenuhi persyaratan. 

Baca: Pemkab Gunungkidul Awasi Jalur Masuk Ternak di Perbatasan Jateng

"Seandanya ada yang tidak clear, kami antisipasi dengan menolak masuk. Apalagi kalau dari daerah hitam yang nanti segera ada daftarnya," ujarnya. 

Ia menuturkan Surat Edaran (SE) Gubernur DIY terkait kewaspadaan PMK akan segera terbit dan disosialisasikan. Kemudian, disiapkan Satuan Tugas Khusus (Satgasus) untuk antisipasi PMK hewan.

Satgasus yang dalam proses pembentukan itu bakal memantau ke pasar-pasar hewan, termasuk antisipasi kecolongan di pintu masuk lalu lintas ternak dari luar daerah. 

"Seandainya kita kecolongan, ada hewan yang terindikasi membawa virus ya segera kita amankan. Minimal tidak dijual, dikeluarkan dari pasar. Kalau itu milik masyarakat setempat ya langsung isolasi," kata dia. 

Ia menyebut kebutuhan daging di DIY sebesar 50 persen dipenuhi dari luar daerah. Menurutnya, situasi itu akan dicarikan solusi dengan menerima ternak dari luar daerah yang dipastikan kesehatan dan memenuhi persyaratan. 

"Sementara untuk di DIY belum ditemukan kasus. Kami imbau bila ada warga yang ternaknya diduga terkena PMK untuk segera melapor ke dinas pertanian buat dilakukan pengecekan kesehatan," kata dia.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id