Pakar: Ketersediaan Air Masalah Vital di Ibu Kota Baru

    Daviq Umar Al Faruq - 05 September 2019 12:39 WIB
    Pakar: Ketersediaan Air Masalah Vital di Ibu Kota Baru
    Pakar Pengairan Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Bisri. Foto: Medcom.id/Daviq Umar
    Malang: Pakar Pengairan Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Bisri, menerangkan pemerintah perlu mengkaji kebutuhan air bersih di ibu kota baru di Kalimantan Timur. Sebab ketersediaan air baku merupakan permasalahan vital.

    "Kebijakan pemindahan ibu kota baru itu kan sudah lama sekali, kemudian sekarang mau direalisasikan. Cuma ada warning tentang keseimbangan air," katanya, Kamis 5 September 2019.

    Bisri menyarankan Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat (Kemen PUPR) mulai menyiapkan pembangunan waduk. Sebab, pembangunan sumber cadangan air ini memakan waktu.

    "Sertifikasi saja sampai dua tahun. Sekarang sudah 2019, nanti 2025 ibu kota dipindah. Jadi hanya punya waktu lima sampai enam tahun, kebutuhan itu mendesak," ujarnya. 

    Mantan Rektor UB itu mendapat informasi dari penduduk Kaltim masih kesulitan air bersih. Terutama saat musim kemarau. Dia menduga air tanah di ibu kota baru sangat sulit didapat. 

    "Air hanya mengandalkan air permukaan, air sungai itu dari hujan. Sehingga air itu harus ditampung, tekniknya buat waduk atau bendungan," jelasnya.

    Guru besar Teknik Pengairan pertama di Indonesia ini menegaskan permasalahan air bersih harus menjadi perhatian serius pemerintah. Karena pembangunan sarana prasarana butuh waktu.

    "Selain sosiologis warga, tentang sumber daya air harus jadi perhatian. Kalau orang berbondong-bondong dan Kaltim jadi besar, ketersediaan air cukup tinggi lalu kemudian teknologinya tidak secepat yang kita bayangkan, jadi masalah nanti," terangnya.

    Bisri menyarankan pemerintah segera membuat desain sarana prasarana ketersediaan air di Kaltim. Mulai dari time table, waktu pembangunan, langkah distribusi, jenis teknologi dan lainnya.

    "Tahun ini harus selesai buat detail desain. Ini ibu kota loh. Tinggal kesiapan keuangan kita sama detail desain kita, ini kan berkejaran. Intinya mepet, buat bendungan tidak bisa satu dua hari, proses nya tahunan," pungkasnya.



    (LDS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id