Korban Banjir Bandang di Lebak Bangun Jembatan Darurat

    Antara - 14 Januari 2020 10:11 WIB
    Korban Banjir Bandang di Lebak Bangun Jembatan Darurat
    Korban banjir bandang dan longsor di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten membangun jembatan darurat secara gotong royong, Selasa, 14 Januari 2020. Antara/ Mansyur Suryana
    Lebak: Para korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Sukarame, Kabupaten Lebak, Banten membangun jembatan darurat secara gotong royong.

    "Kita berharap pembangunan jembatan itu rampung Kamis, 16 Januari dan bisa dilintasi masyarakat setempat," kata Nana Mulyana, seorang tokoh warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Selasa, 14 Januari 2020.

    Nana menjelaskan pengguna jembatan darurat yang menghubungkan antardesa itu bisa mencapai ribuan orang per hari.

    Nana mengatakan kondisi jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua, namun masyarakat bisa menitipkan sepeda motor di lokasi yang sudah disediakan sebelum melewati jembatan.

    Jembatan yang dibangun tersebut menggunakan bambu serta tali seling dan hanya bisa dilintasi pejalan kaki. "Namun untuk sementara warga yang akan menyeberang bisa menggunakan perahu karet sambil menunggu pembangunan jembatan darurat rampung," jelas Nana.

    Menurut Nana jembatan tersebut untuk mempermudah jarak tempuh warga yang tinggap di perbukitan dan pegunungan.

    Jembatan di Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira itu, strategis untuk menopang perekonomian, pendidikan, kesehatan masyarakat setempat.

    Selain itu jembatan juga digunakan sebagai infrastruktur warga yang hendak memenuhi berbagai keperluan pemerintahan, seperti mengurus kartu keluarga ke kantor kecamatan maupun berbelanja ke Rangkasbitung.

    "Kami berharap pembangunan jembatan darurat bisa bertahan satu tahun ke depan, karena lokasi itu tidak bisa dibangun jembatan permanen,sebab masuk daerah proyek Waduk Karian," ungkap Nana.

    Sejumlah masyarakat Desa Sukarame mengatakan pembangunan jembatan darurat itu membantu korban banjir bandang dan longsor memenuhi berbagai kebutuhan.

    Bencana alam beberapa waktu lalu itu, telah mengakibatkan pemukiman warga rusak berat, sebagian rumah hanyut, dan beberapa infrastruktur rusak.

    "Kami satu-satunya bisa keluar daerah melintasi jembatan darurat ini, karena jika melintasi jalan lain cukup jauh juga melintasi pegunungan dan perbukitan," kata Agus, seorang warga Desa Sukarame.



    (DEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id